Tawanan Wanita Palestina Terlama Itu Akhirnya Bebas

16 April 2017, 19:18.
Foto: Shehab News Agency

Foto: Shehab News Agency

PALESTINA TERJAJAH, Ahad (Shehab News Agency | PIC): Tawanan wanita Palestina, Lina Ahmad Al-Jarabouni (41) asal kota Oraba Al-Buthuf di wilayah Palestina terjajah, pagi tadi bebas setelah mendekam di penjara ‘Israel’ selama 15 tahun. Al-Jarabouni ditawan sejak 18 April 2002 dan mendapat vonis hukuman penjara selama 17 tahun atas dakwaan berafiliasi dengan Gerakan Jihad Al-Islam dan membantu menyembunyikan para pejuang dari Saraya Al-Quds.

Al-Jarabouni merupakan tawanan terlama di penjara ‘Israel’. Kesehatannya sempat memburuk akibat infeksi perut parah. Tiga tahun sebelumnya ia menjalani operasi untuk mengeluarkan kantong empedunya. Dalam pernyataan singkatnya setelah bebas, al-Jarabouni mengatakan bahwa pesan para tawanan kepada rakyat Palestina adalah “persatuan” demi para tawanan. Ia menambahkan bahwa mereka menghabiskan bertahun-tahun mendekam dalam penjara dengan kondisi yang berat dan memerlukan dukungan terus menerus. Ia berharap bahwa semuanya akan berpartisipasi dalam acara solidaritas terhadap para tawanan pada 17 April.* (Shehab News Agency | PIC | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Serdadu Zionis Serang Khatib Palestina di Penjara Nafha
Penjajah Zionis Ancam Hukum Tawanan yang Ikut Aksi Mogok Makan »