Pemukim Ilegal yang Diduga Lempar Batu Dibebaskan. Kalau Warga Palestina yang Lempar Batu?

20 April 2017, 15:19.

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Otoritas ‘Israel’ membebaskan seorang pemukim ilegal Yahudi yang ditangkap atas dugaan melemparkan batu ke arah para serdadu Zionis. Demikian berita yang dipublikasikan surat kabar harian ‘Israel’, Haaretz, beberapa hari lalu. Insiden yang terekam video dan dirilis oleh petugas keamanan Zionis pada Sabtu (15/4) lalu, terjadi di dekat permukiman ilegal Yahudi Binyamin di pusat Tepi Barat terjajah.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah pemuda ‘Israel’ melemparkan batu ke arah kendaraan militer ‘Israel’ di dekat permukiman ilegal tersebut. Pemukim ilegal Yahudi berusia 18 tahun itu –warga permukiman ilegal Beit El di distrik Ramallah– ditangkap pada Sabtu (15/4) lalu setelah video tersebut tersebar di media sosial dan situs berita.

Menurut Haaretz, lembaga bantuan hukum sayap kanan Honenu menyatakan bahwa remaja tersebut “ditangkap dengan tidak adil karena video dan foto yang diambil dalam wisata keluarga menunjukkan ia tidak berada di tempat kejadian perkara ketika insiden terjadi,” mengulangi klaim yang dinyatakan remaja tersebut saat interogasi.

Hakim Pengadilan di Baitul Maqdis memerintahkan pembebasan remaja tersebut pada Sabtu lalu seraya memberlakukan pembatasan atas pergerakannya. Haaretz memberitakan bahwa ayah remaja itu juga diperiksa terkait klaim anaknya, dan pengadilan menyatakan bahwa jika alibi sang ayah menguatkan hal itu, pembatasan atas pergerakan remaja itu akan dicabut. Pembatasan tersebut dicabut pada Ahad (16/4) lalu “setelah petugas keamanan Zionis gagal memberikan bukti,” kata Haaretz.

Itulah yang terjadi jika si pelempar batu adalah pemukim ilegal Yahudi atau warga ‘Israel’. Namun, tidak demikian halnya jika yang diduga pelakunya adalah warga Palestina, bahkan untuk anak-anak di bawah umur sekalipun. Penjajah Zionis memberikan hukuman berat bagi warga Palestina yang dituduh melempar batu. UU ‘Israel’ tahun 2015 mengizinkan hukuman hingga 20 tahun penjara jika seseorang didakwa melempar kendaraan dengan batu dan minimal hukuman penjara tiga tahun jika melempar batu ke arah warga ‘Israel’. Perundang-undangan yang menurut kelompok-kelompok HAM dirancang khusus untuk menargetkan warga Palestina, karena warga ‘Israel’ dan pemukim ilegal Yahudi sangat jarang dituntut dengan standar hukum yang sama.

Seorang pemuda Palestina divonis 18 tahun penjara pada Januari lalu karena didakwa melempar batu ke arah kendaraan warga ‘Israel’ – hukuman terberat yang pernah dijatuhkan untuk melempar batu.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Tembak Pemuda Palestina di Dekat Permukiman Ilegal Yahudi
Tunjukkan Solidaritas, Ibu dari Empat Tawanan Palestina Ikut Aksi Mogok Makan »