Assalamu’alaykum Ya Muhajirun! (Laporan Sahabat Al-Aqsha Bagian 1)

21 April 2017, 11:44.

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

SANLIURFA, Jum’at (Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah): Alhamdulillah, Allahu Akbar, Senin, 20 Maret 2017 Tim Amanah Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah sampai di Provinsi Sanliurfa (dibaca Syanleu-Urfa), Turki bagian tenggara. Biarpun suhu berkisar antara tujuh hingga 10 derajat Celsius dinginnya, tidak sedikit pun mengurangi semangat kami membawa amanah keluarga-keluarga Indonesia untuk keluarga-keluarga Suriah kita yang hijrah ke sini.

Syanleu-Urfa, dikenal juga dengan Urfa atau dalam bahasa Arab Ar-Ruha –tempat lahir Nabi Ibrahim ‘alayhissalam– berarti “terkenal”. Ini adalah kawasan yang perlawanannya terhadap penjajah saat Perang Dunia I sangat kuat sehingga terkenal di kalangan musuh. Wilayah Turki yang berbatasan dengan kawasan Raqqah dan Hasaka, Suriah, ini memiliki luas 18.584 km persegi, dihuni sekitar 1,8 juta penduduk. Ada ratusan ribu jiwa pengungsi (baca: Muhajirin) Suriah di sini, termasuk yang paling banyak dibandingkan wilayah Turki lainnya.

Di Urfa, kami disambut dengan hangat oleh Haji Behcet Atila, pimpinan Insani Yardim Vakfi (IHH) cabang Urfa, sebuah lembaga sosial kemanusiaan Turki yang juga mengkoordinir keberangkatan rombongan Freedom Flotilla to Gaza dengan kapal Mavi Marmara beberapa tahun silam. Saat memasuki ruangan kerjanya, kami disambut oleh foto Allahu yarham Syaikh Ahmad Yassin serta maket kapal Mavi Marmara yang dihadiahkan seorang Muhajir Suriah kepadanya.

“Kalaupun kalian tidak berbuat apapun di sini, itu tetap sesuatu yang luar biasa bagi kami, karena kalian menempuh ribuan kilometer hanya untuk mengunjungi saudara-saudara kalian di sini,” ujarnya menyambut kedatangan kami. Haji Behcet meminta agar kita tidak menyebut mereka yang mengungsi dari Suriah ke Turki sebagai “pengungsi” melainkan “Al-Muhajirun” dan warga Turki di Sanliurfa adalah kaum Anshar yang mengulurkan tangan untuk membantu dengan penuh kehangatan persaudaraan.

Sanliurfa 1a (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Menurut laporan IHH, Muhajirin Suriah yang tinggal di ?anl?urfa ada 650.000 jiwa, sekitar 8000-10.000 di antaranya merupakan anak-anak yatim syuhada. Sekitar 110.000 Muhajirin menetap di tenda-tenda pengungsian yang tersebar di lima titik dan sepenuhnya ditanggung pemerintah bekerja sama dengan IHH. Selebihnya tinggal di rumah-rumah sewa bahkan gua-gua batu di berbagai distrik di kota ini.

Mengapa Muhajirin kerap memilih Urfa dan masyarakat Urfa pun menyambut mereka dengan penuh penghormatan dan kasih sayang? Haji Behcet menjelaskan, secara historis wilayah ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sejak zaman dahulu. Suriah dan Turki berada dalam satu kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmani sehingga ikatan aqidah dan persaudaraan masyarakatnya sudah terbentuk sejak lama, sudah merasa seperti keluarga sendiri yang harus ditolong apabila mendapatkan kesusahan. Selain itu, kawasan ini juga merupakan wilayah terdekat dari perbatasan barat laut Suriah yang mudah dijangkau.

SALURKAN AMANAH KELUARGA INDONESIA

Rizal Abu Uwais, juru bicara Tim Amanah Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah menyatakan, di antara amanah yang ditunaikan di sini adalah pemberian paket-paket sembako (beras, gula, minyak goreng), sabun mandi, sabun cuci piring, makanan bayi dan anak-anak, susu dan keperluan bayi lainnya seperti popok kepada keluarga Suriah kita yang berasal dari berbagai distrik di Suriah (Raqqah, Aleppo, Idlib, dan Deirzuur).

“Sebanyak 15 keluarga Suriah kita sudah menerima paket di hari pertama kedatangan kami di sini. Ini merupakan penyerahan secara simbolis, untuk selanjutnya pembagiannya akan dikoordinir langsung oleh IHH sebagai mitra kerja kami. Alhamdulillah, kami sudah menyampaikan salam dari keluarga kita di Indonesia untuk saudara-saudara di sini,” ujarnya.

Selain itu, Sahabat Al-Aqsha dan Sahabat Suriah untuk jangka panjang juga akan menjajaki kemungkinan pendirian dan pengelolaan markaz tahfizhul Quran, pemberian kafalah janda dan yatim syuhada, serta beberapa program strategis lainnya. “Ini adalah program Sahabat Al-Aqsha dan Sahabat Suriah yang pertama kali di wilayah Sanliurfa, in sya Allah kita akan bergerak terus menolong keluarga-keluarga Suriah kita yang tinggal di sini. Sampai kapan? Sampai Allah menangkan kita dunia dan akhirat, serta Allah izinkan kita shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka,” ungkap Rizal.

Setiap harinya IHH membagikan 50.000 roti kepada Muhajirin yang tersebar di 10 titik di Sanliurfa, membantu pengobatan korban perang, menyediakan pakaian di musim dingin dan panas, serta berbagai kegiatan lainnya.

“Selama berada di Sanliurfa, Muhajirin sudah kita anggap keluarga sendiri. Sehari-harinya jika ada yang melangsungkan pernikahan, kami datang memenuhi undangannya. Kalau ada yang meninggal dunia, kami datang untuk melayat,” ujar Haji Bechet saat diskusi bersama Tim Sahabat Al-Aqsha dan Sahabat Suriah di ruang kerjanya.

Alhamdulillah, tanda cinta dari keluarga-keluarga di Indonesia sudah kami sampaikan untuk keluarga-keluarga Suriah kita di Sanliurfa. Ya Allah, saksikanlah. (Tim Relawan Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah)

Sanliurfa 3 (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Sanliurfa 4 (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Sanliurfa 5 (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Sanliurfa 6 (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Sanliurfa 2 (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Sanliurfa 7 (21 April 2017)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

Foto: Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah

———–

IHH SANTUNI YATIM SURIAH DI SANLIURFA

SANLIURFA, Jum’at (Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah): Dalam menyalurkan amanah dari keluarga-keluarga Indonesia, Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah telah beberapa waktu bekerja sama dengan IHH.

IHH adalah yayasan yang bergerak di bidang perlindungan hak asasi manusia, kebebasan dan bantuan kemanusiaan. Berawal dari segelintir relawan yang tidak bisa berdiam diri menyaksikan Perang Bosnia yang pecah pada tahun 1992, upaya kemanusiaan mereka akhirnya mengarah pada pembentukan yayasan di Istanbul.

IHH memberikan bantuan kepada orang-orang di negara-negara yang dilanda perang, dijajah, terkena bencana alam, serta para pengungsi. IHH juga memiliki proyek yang membawa perbaikan permanen dalam kehidupan orang-orang yang terzhalimi ini.

Selain bantuan di bidang pendidikan, kesejahteraan sosial dan kesehatan, IHH juga berperan melawan pelanggaran hak asasi manusia. Prioritas IHH adalah menginformasikan kepada para pemimpin masyarakat di sebuah negara tentang penekanan dan penindasan yang terjadi di daerah lain demi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang apa yang terjadi dan untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk solusi.

IHH melakukan kampanye bantuan rutin setiap Idul Adha dan Idul Fitri. Selain itu, IHH membuat proyek bantuan yang berkelanjutan di negara-negara yang tercabik-cabik oleh perang dan terjajah, serta kawasan-kawasan yang tertimpa bencana alam. Seperti proyek pembangunan rumah permanen, pusat pendidikan, dan pengeboran sumur. IHH menciptakan kesadaran publik tentang masalah negara-negara yang membutuhkan melalui berbagai kampanye bantuan yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Selain proyek-proyek bantuan kemanusiaan di Asia, Afrika, Balkan dan Asia Timur, IHH juga membuat perbedaan besar melalui bantuan kemanusiaan di Turki. Yayasan ini merupakan contoh yang baik tentang bagaimana lembaga swadaya masyarakat dapat berperan aktif dalam memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Untuk bantuan anak yatim dan Muhajirin Suriah di Sanliurfa, IHH Sanliurfa memberikan sekitar 95 lira kepada 348 anak yatim piatu di Suriah secara berkelanjutan dan program ini sudah berjalan sekitar tujuh bulan. Sekitar 1.600 anak yatim sudah ada dalam basis data mereka. Di Urfa sendiri ada 8.000 sampai 10.000 anak yatim Suriah.

Haji Behcet mengatakan bahwa sejak perang Suriah, IHH sebagai sebuah yayasan yang membantu Muhajirin Suriah di Turki telah berusaha untuk mengambil alih perlindungan dan penyantunan anak yatim Suriah. “Kami memenuhi kebutuhan anak yatim secara teratur,” ungkapnya. Behcet menyatakan bahwa mereka telah mendukung segala kegiatan dan mencatat anak-anak yatim secara teratur, menyediakan biaya rumah, makanan, pakaian, pendidikan, serta kesehatan. Ia menekankan bahwa sejak bergabung pada tahun 2012, ia sama sekali tidak mengharapkan sepeser pun uang ketika membantu Muhajirin. “Kami akan menyumbangkan sekitar 95 lira untuk 348 yatim piatu, setiap harinya,” tegasnya.

Penduduk di Urfa memahami tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Turki dan Kurdi. Oleh karena itu, banyak di antara Muhajirin Suriah yang memilih untuk ke Urfa. Adapun mata pencaharian warga di Sanliurfa adalah bidang pertanian.

Sekitar lebih dari 110 ribu Muhajirin ditempatkan di lima kamp pengungsi. Dari lima titik pengungsian itu, empat di antaranya adalah tenda dan satu di antaranya kontainer seharga 7000 dolar. Sekitar 110 ribu orang yang tinggal di kemah-kemah dan kontainer-kontainer itu di bawah tanggungan pemerintah. Sedangkan sekitar 540 ribu orang tinggal sendiri di gua maupun kandang hewan.

IHH juga menyediakan makanan, susu, selimut, paket kebersihan, kain bayi, dan alat tulis sekolah untuk 3.500-5.000 keluarga Suriah. Mereka juga membantu biaya pengobatan sejumlah pasien. Relawan IHH yang bekerja penuh waktu ada sekitar 10 orang atau lebih. Bila sewaktu-waktu diperlukan, mereka bisa memanggil sekitar 100 orang untuk menjadi relawan.* (Tim Relawan Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Krisis Listrik di Gaza, Kesehatan Ribuan Pasien Terancam
Selalu Ada Senyum dan Cinta di Sanliurfa (Laporan Sahabat Al-Aqsha Bagian 2) »