Penjajah Zionis Jebloskan Tawanan ke Sel Isolasi, Pemukim Yahudi Barbeque-an Ejek Tawanan yang Mogok Makan

21 April 2017, 20:39.
Ilustrasi: Samidoun.net

Ilustrasi: Samidoun.net

PALESTINA, Jum’at (Samidoun.net): Otoritas penjara ‘Israel’ meneruskan kampanye represif mereka terhadap para tawanan Palestina yang terlibat dalam mogok makan massal. Kemarin (20/4), pada hari ke empat aksi mogok makan para tawanan yang dimulai 17 April lalu bertepatan dengan Hari Tawanan Palestina, sejumlah pemimpin mogok makan dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain dan dimasukkan ke sel isolasi. Sementara seorang tawanan sakit yang melakukan mogok makan dipindahkan ke RS Barzilai.

Kamil Abu Hanish dan Nader Sadaqa, keduanya pemimpin aksi mogok makan tawanan, tiba-tiba masing-masing dipindahkan dari penjara Gilboa ke sel isolasi di penjara Jalameh dan penjara Ella. Muhannad Ibrahim, pemimpin tawanan di gerakan Jihad Islam, dipindahkan dari penjara Hadarim ke sel isolasi penjara Ella. Mereka bergabung dengan sejumlah pemimpin aksi mogok makan termasuk pemimpin faksi Fatah Marwan Barghouthi, tawanan Palestina terlama yang terus menerus ditawan Karim Younis, serta sejumlah pemimpin mogok makan lainnya termasuk Anas Jaradat dan Mahmoud Abu Srour. Semuanya dijebloskan ke dalam sel isolasi dan kunjungan kuasa hukum ditolak.

Sekitar 35 tawanan kabarnya dipindahkan dari penjara Ramon ke penjara-penjara lainnya, sementara 73 lainnya dipindahkan ke penjara Gilboa. Pengacara Palestina Karim Ajwa mengatakan bahwa beberapa tawanan dari Ashkelon dipindahkan ke penjara Ayalon, sementara sembilan tawanan dari penjara Hadarim, Nafha dan Gilboa dipindahkan ke Ashkelon.

Foto: Samidoun.net

Foto: Samidoun.net

Tawanan Palestina Said Musallam (42) asal Salfit dipindahkan ke RS Barzilai pada 19 April lalu. Bersama dengan enam tawanan sakit lainnya di penjara Ashkelon, Musallam mengumumkan bahwa ia bergabung dalam aksi mogok makan pada 18 April. Namun, esoknya ia dibawa ke rumah sakit. Musallam menderita serangan jantung hampir setahun lalu di penjara Negev dan menjalani operasi jantung di RS Soroka. Musallam telah menjalani 16 tahun dari 18 tahun masa tahanan di penjara ‘Israel’.

Di penjara Negev dan Ofer, serdadu Zionis menyerbu sel-sel tawanan yang mogok makan dengan alasan “inspeksi” pada 20 April. Di penjara Negev, para tawanan diseret dari sel-sel penjara dan mata mereka ditutup saat barang-barang milik mereka digeledah.

Sementara itu, terlepas dari pernyataan para pejabat ‘Israel’ bahwa pemogok makan akan menerima kunjungan kuasa hukum –yang telah ditolak sejak Senin– Lembaga Tawanan Palestina dan Komisi Urusan Tawanan terus melaporkan penolakan kunjungan kuasa hukum bagi tawanan yang melakukan aksi mogok makan.

Sementara para pengacara bisa mengunjungi tiga pemogok makan di penjara Ofer (Louay Eid, Fadi Abu Atiya dan Mohammed Hassan), pengacara lainnya ditolak bertemu dengan para pemogok makan di penjara Ashkelon, Nafha dan Eshel. Kunjungan disetujui untuk para tawanan yang ditawan di penjara Gilboa; namun, itu dijadwalkan hanya untuk pekan depan.

Di luar penjara Ofer, tiga pendemo yang mendukung para tawanan Palestina terluka oleh pasukan penjajah Zionis yang menembakkan gas airmata dan bom suara; satu pendemo diringkus oleh pasukan penjajah Zionis.

Sementara itu, para pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat terjajah yang berafiliasi dengan organisasi ekstremis yang disebut “Serikat Nasional” barbeque-an di luar penjara Ofer, barat Ramallah. Mereka memanggang daging untuk mengejek ratusan tawanan Palestina yang mogok makan demi kebebasan dan kehormatan mereka di dalam penjara.* (Samidoun.net | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Samidoun.net

Foto: Samidoun.net

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Menjumpai Anak-anak Muhajirin Suriah di Sanliurfa (Laporan Sahabat Al-Aqsha Bagian 3)
Yuk, Suarakan Dukungan Kita untuk Hentikan Blokade atas Gaza »