Pelajaran tentang Baitul Maqdis dari Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam

14 May 2017, 20:10.
Qubbah Al-Sakhrah (Dome of the Rock) bagian dari kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis terjajah. Foto: Mahfouz Abu Turk/Apa Images

Qubbah Al-Sakhrah (Dome of the Rock) bagian dari kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis terjajah. Foto: Mahfouz Abu Turk/Apa Images

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah agar kita tidak kehilangan arah dan supaya ummat Islam tidak tersesat. Beliau Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk menghidupkan Sunnahnya, terutama Sunnah yang kini mulai ditinggalkan dan dilupakan di tengah kerusakan yang terjadi pada ummat ini. Banyak hal yang telah Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam ajarkan kepada kita. Namun, saudara-saudara sekalian, kali ini izinkan saya menyampaikan secuil pelajaran yang didapat dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam tentang Baitul Maqdis*:

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kita untuk menyebut Baitul Maqdis dan bukan Al-Quds ataupun Palestina. Karena, Baitul Maqdis bukanlah sebuah kota, ia adalah wilayah geografis yang batas-batas kesuciannya telah paten selaiknya Makkah dan Madinah. Dan sebagai sentralnya adalah Masjidil Aqsha Al-Mubarak.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang terjadi di Baitul Maqdis merupakan model perubahan yang fundamental. Peristiwa penting yang terjadi 18 bulan sebelum hijrah di tengah perjalanan risalah dakwah beliau dan saat beliau mengalami masa yang sulit.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa Baitul Maqdis adalah tanah penuh harapan dan perjuangan.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa untuk melahirkan perubahan adalah dengan melakukan kerja nyata untuk membebaskan Baitul Maqdis.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa pengetahuan memimpin perubahan dan pembebasan (Baitul Maqdis).

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita tentang langkah strategis untuk membebaskan Baitul Maqdis. Strategi yang telah beliau sendiri gariskan, baik strategi politik maupun geo-politik.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan bahwa Baitul Maqdis adalah simbol Izzul Islam wal Muslimin, serta cerminan apakah kita penuh izzah ataukah kehinaan.

• Kita belajar dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bahwa tidak ada izzah bagi ummat Islam tanpa bebasnya Baitul Maqdis. Dengan demikian, jika Baitul Maqdis terjajah maka kita semua hakikatnya tengah dijajah.

• Pelajaran lain dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah adanya ‘pengembaran’ yang nyata antara Ka’bah Al-Musyarrafah di Makkah dengan Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis.

• Pelajaran penting lain dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah bahwa Baitul Maqdis akan dibebaskan dan “negara” Zionis akan lenyap.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa Baitul Maqdis di masa depan akan menjadi ibukota peradaban Islam.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa pembebasan dunia yang ke dua akan berangkat dari Baitul Maqdis.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan ummat Islam akan dimulai dari Baitul Maqdis.

• Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa ummat Islam akan merealisasikan mimpi sebagai teladan dunia di Baitul Maqdis.

Inilah sedikit pelajaran yang Rasulullah ajarkan kepada kita tentang Baitul Maqdis. Sebagai penutup, saya sampaikan bahwa kita harus melakukan sesuatu untuk membebaskan kembali Baitul Maqdis sebagai bentuk ittiba’ kita kepada Sunnahnya. Untuk mewujudkan itu, mari kita meneladani langkah strategis yang telah Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam gariskan untuk membebaskan Baitul Maqdis, yakni ada tiga komponen utama:

– Persiapan pengetahuan
– Persiapan politik
– Persiapan militer

Sayangnya kita masih melalaikan persiapan pengetahuan. Maka, jika ingin mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, kita harus kembali melakukan persiapan pengetahuan. Karena, sebagaimana pelajaran dari Rasulullah, pengetahuan memimpin perubahan dan pembebasan.

*Diterjemahkan dari ceramah singkat Prof. Abdul Fattah El Awaisi

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Warga Palestina Tikam Serdadu Zionis yang ‘Ganggu’ Muslimah di Masjidil Aqsha
Pendiri Gerakan Islam di Wilayah Palestina Terjajah Wafat »