ICRC: Terus Kekurangan Bahan Bakar dan Listrik, Kondisi Gaza Kritis

17 May 2017, 22:17.
Foto: Ma'an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

BAYT LAHM, Rabu (Ma’an News Agency): Komite Internasional Palang Merah (ICRC) merilis pernyataan pada Senin (15/5) lalu, yang memperingatkan kondisi “kritis” di Gaza akibat keterbatasan listrik dan bahan bakar sehingga menjatuhkan kawasan terblokade itu ke dalam krisis politik dan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir. ICRC menegaskan, krisis mengancam Gaza karena kurangnya listrik dan bahan bakar akan mengancam layanan penting termasuk pelayanan kesehatan, pengolahan air limbah dan persediaan air.

“Sekarang ini dalam kebanyakan kasus, masyarakat di Gaza hanya mendapatkan listrik selama enam jam per hari. Seluruh aspek kehidupan di Gaza terkena dampaknya. Alhasil, keruntuhan sistemik dari infrastruktur dan ekonomi yang sudah babak belur akan segera terjadi,” ungkap ICRC.

Awal bulan ini, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) merilis sebuah laporan tak lama setelah pembangkit tenaga listrik di Gaza tak lagi berfungsi. OCHA menyoroti bahwa rumah-rumah sakit beroperasi dengan kapasitas minimal dan pabrik air limbah beroperasi dengan siklus perawatan yang dipersingkat. OCHA menambahkan, ketika musim panas tiba, tambahan risiko kesehatan bisa muncul. OCHA menjelaskan, jika pasokan bahan bakar terus berkurang sejumlah rumah sakit diperkirakan akan tutup.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa Otoritas Palestina (OP) yang dikendalikan oleh Fatah menghentikan pengiriman susu bayi formula dan obat-obatan ke rumah-rumah sakit di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra saat itu menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan “keputusan politik”. Hal itu mengacu pada meningkatnya konflik antara Hamas dan Fatah.

Meskipun OP dengan berapi-api menyangkal klaim tersebut, surat kabar ‘Israel’ Haaretz memberitakan bulan lalu bahwa OP telah berencana untuk memotong anggaran kesehatan Gaza bulan ini sebagai “hukuman” terhadap pemerintah Hamas, karena “menampik inisiatif Presiden OP Mahmoud Abbas untuk mengembalikan kontrol OP di Jalur Gaza.”

Ketegangan di Gaza meningkat sejak pemotongan gaji oleh OP kepada karyawan-karyawan sipil mereka yang berkedudukan di Gaza, ditambah dengan krisis listrik yang memperburuk kondisi kawasan tersebut. Perihal krisis listrik, Hamas menyalahkan OP karena menolak untuk mengurangi pajak yang dikenakan pada listrik dari Tepi Barat sehingga kian memperburuk konflik yang telah berlangsung lama.

Belum lagi peran ‘Israel’ yang kian mempersulit kondisi orang-orang sakit di Gaza, karena pasukan Zionis memberlakukan batasan-batasan terhadap obat-obatan yang akan memasuki wilayah terkepung itu dan melarang para dokter di Gaza bepergian ke luar kawasan tersebut untuk melakukan pelatihan demi memenuhi kebutuhan dua juta warga Gaza.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Tebang 60 Pohon Zaitun di Tubas
Serdadu Zionis Tangkap Eks Tawanan Palestina »