153 Remaja dari 12 Negara, Resmi Dukung Terorisme Zionis ‘Israel’

10 August 2017, 20:04.
Menteri Imigrasi dan Integrasi sekaligus anggota Knesset Sofa Landver (dari partai Yisrael Beiteynu) berpose dengan para relawan pendukung terorisme Zionis ‘Israel’. Foto: Kementerian Pertahanan ‘Israel’

Menteri Imigrasi dan Integrasi sekaligus anggota Knesset Sofa Landver (dari partai Yisrael Beiteynu) berpose dengan para relawan pendukung terorisme Zionis ‘Israel’. Foto: Kementerian Pertahanan ‘Israel’

PALESTINA TERJAJAH, Kamis (The Jerusalem Post): Sekitar 153 remaja dari 12 negara tiba di ‘Israel’ untuk menjadi relawan IDF (Pasukan Pertahanan ‘Israel’). Mereka yang terdiri dari 122 relawan pria dan 31 wanita itu akan memulai pengabdian mereka pada Zionis ‘Israel’. Berdasarkan pernyataan yang dirilis Kementerian Pertahanan ‘Israel’, hampir setengah (45%) dari relawan berasal dari Amerika Serikat, sekitar 38% lainnya dari Prancis, dan lainnya dari Afrika Selatan, Belgia, Meksiko, Australia, Kanada, Austria, Honduras dan Thailand.

Menteri Imigrasi dan Integrasi sekaligus anggota Knesset Sofa Landver dari partai Yisrael Beiteynu menyelamati para relawan yang akan mendukung terorisme Zionis ‘Israel’ itu. “Kami telah mempersiapkan dinas militer untuk kalian, kami akan membimbing kalian melaluinya dan kami juga akan ada di sana bersama kalian guna mempersiapkan kehidupan sipil kalian.” Menurut Landver, setiap tahun ada peningkatan sebesar 5% dalam jumlah relawan dari luar negeri dan imigran.

Para relawan itu akan memperoleh program persiapan menjelang perekrutan mereka, dimana mereka akan menjalani persiapan fisik dan mental untuk pelantikan mereka ke dalam IDF. Pelantikan itu meliputi karyawisata ke penjuru Palestina –negeri yang dijajah ‘Israel’– termasuk situs-situs dan museum-museum pusaka, bertemu dengan serdadu IDF, dan kelas-kelas bahasa Ibrani. IDF dan Cabang Pertahanan Sosial Kementerian Pertahanan ‘Israel’ membentuk program-program persiapan untuk para imigran baru dan relawan-relawan luar negeri itu sejak tiga tahun lalu.

Wajib Militer

Wajib militer musim panas tahunan bagi seluruh unit IDF dimulai pada 9 Juli dan akan berakhir pada 17 Agustus. Untuk wajib militer musim panas tahun ini data IDF menunjukkan, lebih dari 10% anggota baru berasal dari luar ‘Israel’. Sebagian besar berasal dari Prancis.

Sekitar 379 orang mendaftar sebagai lone soldiers (relawan IDF yang berasal dari sejumlah negara. Mereka secara sukarela mengabdikan diri untuk memperjuangkan Zionisme ‘Israel’-red) musim panas ini. Penjajah Zionis memang gencar menarik minat “relawan” dari penjuru dunia untuk membela Zionisme ‘Israel’. Karena itulah, penjajah Zionis menawarkan berbagai keuntungan bagi yang bersedia menjadi lone soldiers.

Selama menjadi lone soldiers, mereka berhak atas berbagai bantuan yang meliputi tunjangan hidup bulanan, diskon tagihan listrik, bebas dari pajak kota, biaya sewa atau penginapan disediakan oleh Aguda Lemaan Hachayal (Asosiasi Kesejahteraan Serdadu), dan tunjangan finansial tambahan bagi serdadu tempur. Setelah menyelesaikan dinas militer mereka, lone soldiers akan menerima bayaran 6.000 shekel, pilihan untuk tinggal selama tiga bulan di Beit Hachayal, serta bantuan keuangan dan persiapan untuk menyelesaikan ujian masuk di perguruan tinggi dan psikometri.

Berdasarkan laporan Pusat Riset dan Informasi Knesset tahun 2016, setengah dari lone soldiers meninggalkan ‘Israel’ segera setelah menyelesaikan dinas militer mereka. Dan setengah dari yang tinggal, sepertiganya pergi tidak lama kemudian.* (The Jerusalem Post | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Israel’ Tak Izinkan Berobat ke Luar, Pasien Kanker Ini Meninggal Dunia
Penjajah Zionis Hukum Berat Muslimat Baitul Maqdis Karena Bela Masjidil Aqsha »