Penjajah Zionis Tangkap, Siksa dan Penjarakan Bocah Palestina, Lalu Kuras Kantong Orangtua Mereka

9 September 2017, 21:10.
Foto: Qudsn.ps

Foto: Qudsn.ps

RAMALLAH, Sabtu (Qudsn.ps): Tahun ajaran baru di sekolah-sekolah Palestina baru saja dimulai. Anak-anak Palestina bergembira menyambut hari baik itu. Akan tetapi, tidak demikian bagi Yunus Abu Ulya (14). Tahun ini ia tidak bisa melangkahkan kedua kakinya bersama teman-temannya menuju sekolah. Ibundanya tidak lagi menyiapkan tas dan seragam sekolah untuknya. Ini bukan keputusannya, bukan juga karena kondisi keluarga, melainkan sebab ulah penjajah Zionis ‘Israel’.

Tahun ini Yunus tidak bisa melanjutkan sekolah lantaran penjajah Zionis masih menyekapnya di penjara ‘Israel’. Penjajah Zionis menangkapnya dua bulan lalu di gerbang kota El Mughir di Ramallah, Tepi Barat terjajah. Ketika itu, Yunus ditemani ayahnya pergi berkunjung ke rumah kakeknya. Tak hanya Yunus, di rumah tersebut ada pula anak-anak lainnya. Tiba-tiba, gerombolan serdadu penjajah Zionis datang, menyerbu seisi kota dan secara serampangan menangkapi anak-anak Palestina, termasuk Yunus. Para ibu yang berada di dekat mereka sempat mencoba menghadang serdadu, namun tidak berhasil.

Kepada Qudsn.ps keluarga Yunus bercerita, saat penangkapan serdadu penjajah memukuli Yunus hingga babak belur, kedua matanya ditutup, lalu dibawa ke pusat interogasi. Yunus telah melewati dua proses sidang, tanpa didampingi pengacara atau siapapun dari pihak Lembaga Urusan Tawanan. Sampai akhirnya ditetapkanlah keputusan atas dirinya.

Kamis (7/9) lalu pengadilan Zionis menjatuhkan vonis tiga bulan penjara atas Yunus, dengan tambahan membayar denda sebesar 2.000 shekel (US$570.59). Jumlah yang terbilang besar, karena Yunus bukan dari keluarga berada. Ayahnya hanya seorang petani biasa dan tidak akan sanggup menanggung biaya denda sebesar itu. Di sisi lain, jika tidak segera dilunasi, penjajah mengancam keluarga bahwa pembebasan Yunus akan ditangguhkan.

Sebagai catatan, selama bulan Agustus lalu otoritas penjajah Zionis menggencarkan hukuman bagi tawanan anak-anak di bawah umur. Pengadilan Ofer menjatuhkan beragam vonis hukuman kepada 39 anak-anak di bawah umur, serta mewajibkan membayar denda yang sangat tinggi, jumlahnya mencapai 110.000 shekel.

Sementara itu, Lembaga Urusan Tawanan dan Eks Tawanan dalam pernyataan resminya mengungkapkan, selama bulan Agustus lalu penjajah Zionis telah menjebloskan 59 anak di bawah umur ke dalam penjara Ofer. Sekitar 40 anak diculik dari rumah mereka, 10 anak ditangkap di tengah jalan, tiga bocah di pos pemeriksaan, empat setelah dipanggil dan dua lagi karena tidak membawa surat izin.

Tercatat ada empat anak yang ditangkap setelah ditembak dan 13 anak dipukuli terlebih dahulu sebelum ditangkap dan kemudian dibawa ke pusat interogasi. Hukuman penjara mereka variatif antara sebulan hingga 32 bulan lamanya.

Lembaga Urusan Tawanan menilai bahwa denda tinggi yang diberlakukan penjajah Zionis merupakan bentuk perampokan yang dibungkus hukum dan bagian dari kelicikan politik penjajah yang ingin menguras kantong para orangtua. Kenyataan ini tidak terbantahkan, bisa dilihat dari terus meningkatnya jumlah denda, bulan lalu saja mencapai 87.000 shekel.* (Qudsn.ps | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Tebang Puluhan Pohon Zaitun
Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Lempari Nenek Palestina dengan Batu »