Sel Isolasi, Alat Penjajah Zionis Putuskan Asa Tawanan Palestina

11 September 2017, 22:00.
Foto: ARSIP Paltimes.net, sebagai ilustrasi

Foto: ARSIP Paltimes.net, sebagai ilustrasi

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Senin (Paltimes.net): Pusat Studi Tawanan Palestina memperingatkan bahwa kematian bagi para tawanan Palestina yang disekap di ruang isolasi sangat besar, karena ada sejumlah tawanan yang sudah bertahun-tahun lamanya mendekam di sel-sel isolasi dalam keadaan menderita sakit kronis dan tidak diberikan pengobatan oleh penjajah Zionis.

Riyadh Asyqar, juru bicara Pusat Studi menjelaskan dalam pernyataan resminya bahwa ada 12 lebih tawanan Palestina yang sejak lama disekap di sel-sel isolasi. Di antara mereka ada beberapa tawanan yang sudah mendekam selama lebih dari empat tahun, belum lagi tawanan yang mendapat sanksi dengan disekap di sel isolasi selama beberapa bulan dan pekan. Ada dua tawanan Palestina dari Tulkarem, Husam Yunus Umar dan Musa Sa’id Shufan, yang disekap di sel isolasi sejak tahun 2013. Keduanya menderita sakit dan tidak mendapat perawatan yang layak.

Menurut Asyqar, otoritas penjajah Zionis sengaja menerapkan kebijakan sel isolasi kepada para tawanan Palestina untuk menghancurkan dan mematikan harapan mereka secara sistematis. Para tawanan menyebut sel isolasi seperti ‘peti mayat’, ukurannya sempit sekali tidak lebih dari tiga meter. Mereka yang disekap di sel isolasi tidak diberikan kesempatan berinteraksi dengan siapapun termasuk dengan sesama tawanan.

Pusat Studi menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional untuk turun tangan menghentikan kejahatan penjajah Zionis yang terus menyekap tawanan Palestina di sel-sel isolasi, terutama para tawanan sakit yang butuh penanganan cepat sebelum semuanya terlambat.* (Paltimes.net | Sahabat Al-Aqsha)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Tangkap Pasien Gaza yang Hendak Berobat
Mesir Buka Pintu Rafah untuk Jamaah Haji Gaza »