Serbuan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Ketegangan di Masjidil Aqsha

6 October 2017, 12:43.
Foto: PIC

Foto: PIC

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Jumlah pemukim ilegal Yahudi yang menerobos masuk Masjid Al-Aqsha semakin meningkat pada hari raya Yahudi seperti sekarang ini. Puluhan pemukim ilegal Yahudi kembali menyerbu kompleks Masjidil Aqsha, kemarin (5/10) pagi, untuk melakukan ritual di tempat suci ummat Islam itu. Hal itu memicu ketegangan di Timur Baitul Maqdis, ungkap situs berita Palestinian Information Centre.

Sejumlah pemukim ilegal Yahudi juga berkhutbah di bagian masjid yang dianggap kaum Yahudi sebagai kuil dan mereka yakini telah ada sebelum pembangunan masjid. Meskipun sama sekali tidak ada bukti yang ditemukan untuk mendukung keyakinan mereka, ‘Israel’ menggunakan klaim tanpa bukti itu untuk membenarkan penggalian yang terus dilakukan dan membangun terowongan di bawah Al-Aqsha.

Para pemukim ilegal Yahudi juga mengelilingi Kota Tua dengan kawalan ketat serdadu Zionis. Mereka melewati pasar Al-Qataneen dalam perjalanan menuju masjid untuk memicu kemarahan di kalangan jamaah dan pemilik toko Palestina.

Ketika para pemukim ilegal Yahudi diizinkan masuk kompleks Masjidil Aqsha sesuka hati, jamaah Muslim justru mengalami pembatasan ketat saat berupaya memasuki Al-Aqsha untuk melaksanakan shalat. Otoritas ‘Israel’ juga mengumumkan menutup Timur Baitul Maqdis, serta Tepi Barat dan Gaza selama 11 hari selama para pemukim ilegal Yahudi merayakan hari raya Sukkot, yang dimulai kemarin (5/10) dan berakhir pada 11 Oktober.

Bulan lalu, kelompok-kelompok pemukim ilegal Yahudi menyerukan untuk meningkatkan penyerbuan ke Masjidil Aqsha selama hari raya Yahudi dan memastikan bahwa mereka dilindungi oleh para serdadu Zionis. Otoritas ‘Israel’ juga telah menetapkan waktu untuk para anggota Knesset memasuki kompleks Masjidil Aqsha, setelah para anggota parlemen sayap kanan menyerukan penyerbuan besar-besaran ke tempat suci ummat Islam itu.

Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Youssef Ideiss, mengungkap bahwa ‘Israel’ telah menyerbu Masjidil Aqsha 110 kali pada bulan September saja. Ia meminta masyarakat internasional untuk menekan ‘Israel’ agar menghentikan serangannya terhadap Al-Aqsha, yang dilakukan ‘Israel’ sebagai bagian dari upaya “yahudisasi”.

Penjajah Zionis juga melarang Syaikh Najeh Bkeerat, Direktur Properti Wakaf yang mengelola Masjid Al-Aqsha, memasuki tempat suci ummat Islam itu selama tiga bulan; ini merupakan kali ke-16 ia dilarang memasuki tempat kerjanya.

Melalui media sosial, para relawan Muslim menyerukan warga Palestina untuk mengintensifkan ribath di Masjidil Aqsha untuk membela tempat suci itu dari serangan ‘Israel’.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Demi Bangun Taman untuk Pemukim Ilegal Yahudi, Penjajah Atur Siasat Rampas Lahan Petani Palestina
50 Tahun Penjajahan Militer di Timur Baitul Maqdis, ‘Israel’ Makin Gencar Berusaha Menguasainya »