50 Tahun Penjajahan Militer di Timur Baitul Maqdis, ‘Israel’ Makin Gencar Berusaha Menguasainya

6 October 2017, 17:45.
Foto: PIC

Foto: PIC

PALESTINA TERJAJAH, Jum’at (Nad.ps): Kebijakan koloni pemukim ilegal Yahudi ‘Israel’ di Timur Baitul Maqdis terjajah meluas dengan tiga strategi utama. Pertama, menciptakan mayoritas Yahudi di kota tersebut melalui pembangunan permukiman-permukiman ilegal “khusus Yahudi”. Ke dua, mengejar tujuan yang sama dengan mengurangi populasi warga Palestina melalui kebijakan-kebijakan mengusir warga Palestina dari Baitul Maqdis secara paksa maupun menghalangi pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai sebuah komunitas. Ke tiga, mengisolasi Timur Baitul Maqdis dan membagi Tepi Barat menjadi dua bagian. Terkait kebijakan pemisahan ruang kolonial, mengurangi visibilitas dan keberadaan warga Palestina di kota mereka, inilah yang dilakukan penjajah Zionis:
1. Menyerbu Kompleks Masjid Al-Aqsha (Al-Haram Al-Sharif)
Otoritas ‘Israel’ membiarkan dan mendukung ekstremis ‘Israel’ untuk menyerbu Kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci ke tiga ummat Islam dan simbol bagi seluruh warga Palestina. Pada tahun 2016 saja, ekstremis ‘Israel’ melakukan 14.800 penyerbuan ke Al-Haram Al-Sharif.
2. Mendirikan Permukiman Ilegal Yahudi
Otoritas ‘Israel’ –bersama dengan organisasi-organisasi pemukim ilegal Yahudi– menciptakan lingkungan permukiman ilegal Yahudi yang mengelilingi Kota Tua. Sekarang ini, ada sekitar 83 permukiman ilegal Yahudi di dalam kawasan tembok Kota Tua. Selain itu, ada 87 permukiman ilegal Yahudi di kawasan Silwan dan sekitar 160 permukiman ilegal di kawasan-kawasan lainnya di sekitar Kota Tua.
3. Membangun Terowongan dan Melakukan Penggalian
Upaya penggalian terus dilakukan tanpa henti pada tiga terowongan yang bersebelahan dengan Masjid Al-Aqsha di Kota Tua: terowongan baru sepanjang 720 meter merentang dari Silwan ke Masjid Al-Aqsha. Terowongan sepanjang 100 meter lainnya membentang dari Hammam Al-Ein menuju Masjid Al-Aqsha. Pun, perluasan terowongan “Tembok Barat” di bawah Tembok Buraq, yang merupakan bagian dari Masjidil Aqsha.
4. Membangun Taman Talmud – yang ‘Israel’ Deklarasikan sebagai “Taman Nasional”
Proyek ‘Israel’ ini digunakan untuk menguasai tanah di Kota Baitul Maqdis. Pada 1974, ‘Israel’ mendeklarasikan Taman Tembok Baitul Maqdis (seluas 1,100 dunum/270 hektar) di dekat Kota Tua. Pada tahun 2000, penjajah Zionis mendeklarasikan Taman Lembah Tzurim (seluas 165 dunum/40 hektar) di sebuah area di Gunung Skopus. ‘Israel’ juga berencana mendeklarasikan Taman Gunung Zaitun (seluas 467 dunum/115 hektar).
5. Membangun Proyek Kereta Gantung
Sebuah proyek penyelesaian infrastruktur ‘Israel’ yang dirancang untuk beroperasi di dalam sistem transportasi diskriminatif di Baitul Maqdis yang melayani populasi ‘Israel’, dan khususnya para pemukim ilegal Yahudi dan wisatawan. Proyek tersebut akan menghubungkan Barat Baitul Maqdis ke Kota Tua di bagian selatan Masjid Al-Aqsha, Gunung Zaitun, dan Gereja Gethsemane.
6. Memperluas Permukiman Ilegal Yahudi dan Menyita Lahan
Penjajah Zionis merampas sekitar 35% area Palestina untuk permukiman ilegal Yahudi, sekitar 22% dijadikan area Hijau dimana “pembangunan tidak diizinkan” di sana, sekitar 30% area disiapkan untuk perluasan permukiman ilegal Yahudi selanjutnya, sementara hanya 13% area sisanya untuk warga Palestina.
7. Mambangun Tembok Aneksasi
Tembok tersebut mengepung kota Baitul Maqdis dan melarang warga Palestina Tepi Barat memasuki kota tersebut dan tempat-tempat ibadah. Rute tembok tersebut membagi-bagi Tepi Barat menjadi dua bagian dan mengisolasi Timur Baitul Maqdis terjajah dari seluruh Tepi Barat.
8. Membangun Kereta Api Ringan/Trem
Dibangun untuk menghubungkan permukiman-permukiman ilegal Yahudi di Timur Baitul Maqdis dengan Barat Baitul Maqdis. Tahap pertama yang mencakup utara Baitul Maqdis telah selesai, sementara tahap ke dua kereta ringan/trem akan menghubungkan seluruh permukiman ilegal dengan Barat Baitul Maqdis.
9. Membangun Jalan Lingkar ‘Israel’
Sebagian besar bagian dari jalan ini kini telah selesai. Jalan lingkar ‘Israel’ akan menghubungkan permukiman-permukiman ilegal Yahudi di Timur Baitul Maqdis dengan Barat Baitul Maqdis.
10. Mencabut Hak Tempat Tinggal
Sejak 1967, ‘Israel’ telah mencabut hak tempat tinggal sedikitnya 14.550 warga Palestina. Penjajah Zionis membatasi hak dan memperlakukan mereka sebagai orang asing. ‘Israel’ bisa menyingkirkan tempat kediaman mereka secara sewenang-wenang dengan menerapkan alasan-alasan seperti meninggalkan kota tersebut untuk tinggal di tempat lain, termasuk di wilayah-wilayah lain dari Palestina terjajah.
11. Mencabut Hak Memiliki Rumah
Serangkaian kebijakan penetapan wilayah diskriminatif yang mengizinkan ‘Israel’ untuk membuat hampir mustahil bagi warga Palestina memperoleh izin membangun bangunan-bangunan baru atau memperluas/memperbesar bangunan-bangunan yang sudah ada. Akibatnya, ada kepadatan tingkat tinggi, dan warga Palestina terpaksa membangun rumah-rumah tanpa izin. Selain itu, ‘Israel’ terus melakukan penghancuran rumah dengan dalih pembangunan tanpa izin. Tercatat sekitar 25.000 rumah berisiko mengalami pembongkaran dan 3.500 rumah dihancurkan sejak 1967.* (Nad.ps | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serbuan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Ketegangan di Masjidil Aqsha
Pemuda Palestina Terluka Parah Dilempari Batu Saat Berkendara »