Relawan: ‘Larang Anak-anak Main di Halaman Masjid Al-Aqsha Adalah Bentuk Lain Arogansi ‘Israel’’

8 October 2017, 18:30.
Anak-anak Palestina berpose di kompleks Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis. Foto: Arsip Middle East Monitor

Anak-anak Palestina berpose di kompleks Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis. Foto: Apaimages

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Relawan hak asasi manusia menggambarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) ‘Israel’ melarang anak-anak Palestina bermain di halaman Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis terjajah adalah bentuk lain dari “arogansi” ‘Israel’ terhadap tempat suci ummat Islam itu.

Berbicara sebagai ketua kelompok hak asasi manusia Transparency, Essam Youssef mengecam keputusan MA ‘Israel’ dan menyatakan bahwa itu merupakan upaya otoritas ‘Israel’ untuk membuktikan hegemoninya atas Al-Haram Al-Sharif Al-Aqsha melalui lembaga yudisial dan keamanan. Hal ini, katanya, terutama karena keteguhan warga Baitul Maqdis dan keberhasilan mereka mencegah ‘Israel’ memasang pintu-pintu elektronik, serta kamera-kamera pengawas di pintu-pintu masuk Al-Aqsha pada Juli lalu.

Pengadilan mengeluarkan perintah, 4 Oktober lalu, kepada petugas keamanan Zionis untuk melarang anak-anak Palestina bermain di halaman Masjid Al-Aqsha. Keputusan ini merespon pengaduan yang diajukan oleh organisasi-organisasi ekstremis Yahudi bahwa “permainan anak-anak melanggar kesucian situs suci tersebut.” Menurut Youssef, otoritas ‘Israel’ selalu berusaha untuk memenuhi tuntutan ekstremis Yahudi yang mengendalikan keputusan politiknya, bahkan dengan mengorbankan kebebasan Muslimin untuk melaksanakan perintah agama mereka.

Dengan kekuasaannya atas Masjidil Aqsha dan halamannya, Youssef menjelaskan, ‘Israel’ berupaya mengizinkan organisasi-organisasi ekstremis Yahudi untuk mengambil alih masjid demi menghapus keberadaan Islam dan membangun kuil. “Bahkan hal-hal sederhana sekalipun, seperti permainan anak-anak tidak bisa diterima oleh otoritas ‘Israel’ karena anak-anak itu orang Palestina,” tegasnya.

Mahkamah Agung ‘Israel’ menyatakan bahwa melarang aktivitas-aktivitas, seperti sepak bola dan piknik adalah tindakan “menghormati” kesucian tempat tersebut. Ironis, kata Youssef, karena sebenarnya itu menunjukkan para pemukim ilegal Yahudi dan dinas keamanan Zionis tidak menghormati Al-Aqsha dan jamaah Muslim Palestina. “Para pemukim ilegal Yahudi tidak punya hak untuk pergi ke Al-Aqsha dan menentukan semua hal yang (dianggap) memengaruhi kesucian Masjid Al-Aqsha,” tegasnya. “Apakah Mahkamah Agung tidak sependapat bahwa penyerangan bersenjata dan penodaan terhadap tempat suci ummat Islam juga merupakan perilaku yang ‘tidak pantas’?”

Ketua Transparency itu menyerukan masyarakat internasional dan Otoritas Palestina untuk mengambil sikap melawan upaya ‘Israel’ untuk menguasai Masjidil Aqsha.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Culik Remaja Palestina Berpenyakit Langka
27 Tahun Lalu, Serdadu Zionis dan Pemukim Ilegal Yahudi Bantai Muslimin di Masjidil Aqsha »