27 Tahun Lalu, Serdadu Zionis dan Pemukim Ilegal Yahudi Bantai Muslimin di Masjidil Aqsha

8 October 2017, 22:28.
Foto: Aqsatv.ps

Foto: Aqsatv.ps

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Ahad (Aqsatv.ps): Pagi 8 Oktober tahun 1990, bukan pagi yang biasa, warga Palestina di Baitul Maqdis dikejutkan dengan suara tembakan dan bom, serta pengeras suara dari dalam Masjidil Aqsha memanggil kaum Muslimin untuk melindungi tempat suci itu dari serangan pemukim ilegal Yahudi dan serdadu-serdadu Zionis.

Pada hari itu ribuan warga Baitul Maqdis beramai-ramai mendatangi Masjidil Aqsha, tepat setelah kelompok ekstremis Kepercayaan Kuil mengumumkan maksud mereka untuk menyerbu Masjidil Aqsha. Seperti biasa, serdadu penjajah mempersilakan mereka. Dan di tahun itu, sebelum perayaan hari raya singgasana Yahudi, kelompok Kepercayaan Kuil mengorganisir penyerbuan Masjidil Aqsha dengan tujuan meletakkan batu pertama Kuil Ketiga. Untuk tujuan itu, pendiri kelompok Gershon Solomon mengirimkan pesan seruan melalui media sosial agar segenap masyarakat Yahudi bergabung dalam penyerbuan itu.

Sebagai bentuk pembelaan terhadap Masjidil Aqsha, ribuan jamaah beri’tikaf di dalam mushala-mushala Masjidil Aqsha. Ketika gerombolan pemukim ilegal Yahudi melakukan penyerbuan, jamaah i’tikaf segera berhamburan menghadang serbuan itu. Di sisi lain, gerombolan serdadu penjajah mengerahkan kekuatannya menembaki dan melempari jamaah dengan granat racun. Selain itu, gerombolan pemukim ilegal Yahudi juga ikut menembaki jamaah shalat sehingga menggugurkan 21 pemuda dan menyebabkan ratusan jamaah terluka. Aksi pembantaian itu berlangsung selama 35 menit tanpa henti.

Sejumlah saksi sejarah pembantaian itu mengisahkan bahwa salah satu serdadu penjajah yang sedang mangkal di Bab Al Asbath, salah satu gerbang Masjidil Aqsha, mengancam para pemuda yang ingin masuk ke dalam Masjidil Aqsha. “Satu setengah jam sebelum pembantaian, gerombolan serdadu penjajah telah memasang pembatas militer di semua jalur menuju Masjidil Aqsha, namun jamaah shalat sudah berkumpul terlebih dahulu di dalam Masjidil Aqsha berjam-jam sebelumnya.”

Sementara itu Mahfudz Abu Tarek, salah satu wartawan yang mendokumentasikan pembantaian itu menceritakan bahwa sangat tidak biasa pemukim ilegal Yahudi melakukan penyerbuan di waktu-waktu itu. Sama halnya dengan ribuan jamaah shalat yang berhamburan menghadang penyerbuan itu.

Sebelum pembantaian, jamaah mendapat tausiyah dan pelajaran agama dari Masyayikh serta diminta untuk berkumpul melaksanakan shalat di halaman luar, yakni di depan Mushalla Al Qibli. “Tiba-tiba kami mendengar ledakan granat suara dan gas di halaman Qubbah As Sakhrah (Dome of the Rock), lalu para pemuda bergegas menuju lokasi. Beberapa menit kemudian kami melihat ratusan serdadu penjajah masuk dari Bab Al Magharibah dan As Silsilah, serta secara serampangan menembaki jamaah,” terang Abu Tarek.

Hari itu para penembak jitu penjajah Zionis berada di atap Madrasah At Tankaziyyah dan mulai membidik jamaah shalat, mereka sengaja membidik bagian atas tubuh mereka. Para pemuda melawan dengan melemparkan batu. Ratusan jamaah ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Setelah itu, darah jamaah menggenangi halaman Masjidil Aqsha.

Saat pembantaian terjadi penjajah Zionis menuduh pengeras suara di Masjidil Aqsha memberikan seruan kepada jamaah agar menyerang serdadu dan pemukim ilegal Yahudi. Akan tetapi, Abu Tarek menegaskan bahwa pengeras suara justru mengimbau agar para pemuda menjauh demi menyelamatkan nyawa mereka.

Abu Tarek menziarahi sebagian besar rumah keluarga korban pembantaian Masjidil Aqsha, ia mengisahkan bahwa ada salah satu serdadu penjajah yang menyuruh pekerjanya agar membawa truk berisi batu lalu menumpahkannya di depan Bab Al Magharibah sehingga kemudian penjajah Zionis dapat mengklaim bahwa batu-batu itu dilemparkan oleh jamaah shalat.* (Aqsatv.ps | Sahabat Al-Aqsha)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Relawan: ‘Larang Anak-anak Main di Halaman Masjid Al-Aqsha Adalah Bentuk Lain Arogansi ‘Israel’’
Hari Raya Yahudi, Penjajah Zionis Tutup Masjid Ibrahimi Bagi Jamaah Muslim »