Dua Tahun Intifadhah Al-Quds, 450 Warga Palestina Ditangkap Karena Bangkitkan Perlawanan Lewat Jejaring Sosial

9 October 2017, 13:36.
Foto: Aqsatv.ps

Foto: Aqsatv.ps

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Senin (Aqsatv.ps): Pusat Studi Tawanan Palestina Sabtu (7/10) lalu memaparkan data bahwa sejak meletusnya Intifadhah Al-Quds dua tahun lalu, otoritas penjajah ‘Israel’ telah menangkap 450 warga Palestina karena satu alasan: membangkitkan perlawanan melalui jejaring sosial. Pusat Studi menuduh ‘Israel’ membuat alasan baru untuk membenarkan kejahatan penangkapan mereka terhadap warga Palestina, yaitu mempublikasikan tulisan yang membangkitkan perlawanan di media sosial terutama Facebook.

Juru bicara media Pusat Studi, Riyadh Al Asyqar, menjelaskan bahwa penjajah ‘Israel’ memanfaatkan tulisan para pemuda Palestina di akun jejaring sosial mereka sebagai alasan kuat penangkapan mereka, lalu diberikan vonis penjara atas tuduhan membangkitkan perlawanan. Dalam dua tahun terakhir, penjajah ‘Israel’ telah membentuk unit satuan khusus yang bertugas memantau tulisan-tulisan pemuda Palestina di jejaring sosial, terutama mereka yang tercatat sebagai relawan.

Segala bentuk tulisan yang membangkitkan perlawanan, seperti memuji para syuhada, me-repost pesan-pesan mereka, memviralkan video-video kejahatan penjajah ‘Israel’, kalimat ajakan untuk meneruskan perlawanan, atau kalimat pesan untuk melakukan aksi perlawanan, merupakan bentuk pelanggaran dan harus ditangkap lalu disekap di dalam penjara.

Sementara itu Mahkamah Agung ‘Israel’, menurut Riyadh, telah menerbitkan ratusan vonis terhadap tawanan Palestina dengan tuduhan membangkitkan perlawanan melalui media sosial. Target penangkapan bukan hanya pemuda, tetapi juga anak-anak dan wanita.

Berdasarkan hukum internasional, penangkapan warga Palestina karena mengungkapkan pendapat melalui media sosial adalah bentuk pelanggaran terhadap seluruh piagam internasional serta kesepakatan-kesepakatan, dan perjanjian-perjanjian yang melindungi manusia dalam hal kebebasan berpendapat dengan cara apapun yang layak. Di antara yang dilanggar adalah Deklarasi Internasional Hak Asasi Manusia tahun 1966 dan Piagam Eropa tentang Hak Asasi Manusia tahun 1950. Pusat Studi menyerukan kepada masyarakat internasional yang ikut menandatangani kesepakatan-kesepakatan serta teks-teks itu agar melakukan intervensi untuk melindunginya dari perusakan yang dilakukan oleh penjajah ‘Israel’.* (Aqsatv.ps | Sahabat Al-Aqsha)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hari Raya Yahudi, Penjajah Zionis Tutup Masjid Ibrahimi Bagi Jamaah Muslim
Serbuan Pemukim Ilegal Yahudi ke Masjidil Aqsha Kian Mengkhawatirkan »