Penjajah Zionis Akan Percepat Pembangunan 4.000 Rumah di Permukiman Ilegal Tepi Barat

10 October 2017, 20:28.
Para pekerja konstruksi membangun permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat pada 25 Agustus 2017. Foto: Wisam Hashlamoun/Apaimages

Para pekerja konstruksi sedang membangun permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat pada 25 Agustus 2017. Foto: Wisam Hashlamoun/Apaimages

LONDON, Selasa (Middle East Monitor):  Otoritas ‘Israel’ akan menyetujui pembangunan hampir 4.000 rumah di permukiman ilegal di Tepi Barat, pada rapat komite perencanaan awal pekan depan. Menurut laporan media ‘Israel’, sekitar 3.829 unit hunian akan disetujui pembangunannya di sejumlah permukiman ilegal Yahudi di penjuru Tepi Barat terjajah, termasuk di koloni yang lebih terisolasi.

Rencana tersebut kabarnya mencakup 30 unit permukiman ilegal di Al-Khalil, 296 di permukiman ilegal Beit El, 453 di Givat Ze’ev, 102 di Naguhot, 97 di Rechalim, 54 di Har Bracha, 86 di Kochav Yaakov, 48 di Ma’aleh Michmash, 158 di Kfar Ezion, 129 di Avnei Hefetz, 120 di Noam, dan 206 di Tekoa.

Media pro-pemukim ilegal Yahudi mengungkapkan, gelombang baru pembangunan tersebut “menandai kali pertama dalam empat dekade” bahwa unit-unit hunian baru untuk para pemukim ilegal Al-Khalil telah disahkan. Pembangunannya akan disetujui saat pertemuan berikutnya Komite Perencanaan Tinggi Pemerintahan Sipil pada 16 Oktober.

Rapat rutin komite sebelumnya ditunda agar tidak mengacaukan pemerintahan Trump di Majelis Umum PBB, dan kemudian ditunda karena hari raya Yahudi.

Seorang pejabat ‘Israel’ yang dikutip The Jerusalem Post bersumbar: “Tidak ada seorang pun yang lebih peduli tentang permukiman ilegal Yahudi selain Netanyahu dan ini akan terbukti pekan depan. Semua upaya untuk memutarbalikkan kenyataan adalah kebohongan belaka.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pengacara: ‘Sipir Penjara Terus Isolasi Syaikh Salah dari Dunia Luar’
Penjajah Zionis Larang Adzan di Al-Khalil »