Harvey Weinstein Sewa Mata-mata ‘Israel’ untuk ‘Tutupi’ Tuduhan Kejahatan Seksual

9 November 2017, 18:55.
Sekitar 100 wanita menuduh Harvey Weinstein atas perbuatan tak senonoh mulai dari pelecehan hingga pemerkosaan. Foto: AFP

Sekitar 100 wanita menuduh Harvey Weinstein atas perbuatan tak senonoh mulai dari pelecehan hingga pemerkosaan. Foto: AFP

LONDON, Kamis (Middle East Eye): Konglomerat Hollywood, Harvey Weinstein, menyewa mantan agen intelijen ‘Israel’ untuk mengintimidasi para penuduh dan media massa yang memberitakan tentang kekerasan seksual dan tuduhan pemerkosaan yang ditujukan kepadanya. Demikian pemberitaan New Yorker pada Senin (6/11) lalu.

Produser film Amerika Serikat itu mempekerjakan perusahaan ‘Israel’ Black Cube, yang terdiri dari para mantan petinggi Mossad dan perwira militer ‘Israel yang “sangat berpengalaman”, untuk mengumpulkan informasi dan menghimpun profil psikologis yang terkadang fokus pada sejarah seksual para penuduh. Hal itu dilakukan untuk menyangkal, mendiskreditkan atau mengintimidasi klaim mereka.

Salah satu contohnya, dua mata-mata Black Cube dengan identitas palsu bertemu dengan aktris Rose McGowan – sebelum ia secara terbuka menuduh Weinstein memerkosanya – untuk memperoleh informasi.

Salah satu dari penyelidik dengan diam-diam merekam sedikitnya empat pertemuan dengan McGowan sambil berpura-pura menjadi pembela hak-hak wanita, ungkap majalah tersebut mengutip puluhan halaman dokumen dan tujuh orang yang secara langsung terlibat dalam upaya Weinstein untuk mendiskreditkan para korban.

Mata-mata yang sama menggunakan identitas palsu berbeda saat bertemu dengan wartawan dan berpura-pura menjadi korban Weinstein. Pernyataan si mata-mata bahwa ia memiliki tuduhan terhadap Weinstein semata untuk mempelajari siapa saja wanita yang telah berbicara kepada media.

Tidak lama setelah New Yorker mempublikasikan laporannya, Channel 2 ‘Israel’ merilis sebuah kisah yang menyatakan bahwa mantan perdana menteri ‘Israel’ Ehud Barak memberikan Weinstein informasi mengenai Black Cube.

Barak mengeluarkan pernyataan kepada Channel 2 yang berbunyi: “Lebih dari setahun lalu, ia ditanya oleh Weinstein apakah ia mengetahui tentang perusahaan keamanan ‘Israel’ yang Weinstein pernah dengar dan bisa membantunya menghadapi masalah bisnis yang sedang ia hadapi.”

“Barak mengonfirmasi kepada Weinstein bahwa perusahaan yang pernah ia dengar itu mungkin Black Cube dan beroperasi dari ‘Israel’. Barak tidak secara pribadi mengetahui perusahaan tersebut atau pegawai-pegawainya, dan ia hanya memberikan informasi kepada Weinstein yang memungkinkan ia menghubungi mereka sendiri,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Investigasi Black Cube juga terkadang melalui para pengacara Weinstein, menurut majalah tersebut. Di antaranya adalah David Boies, yang mewakili Al-Gore saat terjadi perselisihan dengan George W. Bush pada pemilihan presiden tahun 2000.

New Yorker mengatakan, Boies sendiri yang menandatangani kontrak yang meminta Black Cube menyingkap informasi untuk menghentikan publikasi kisah mengenai tuduhan kekerasan seksual di New York Times. Padahal di saat yang sama, perusahaan Boies juga mewakili New York Times dalam kasus pencemaran nama baik. New York Times pada Senin lalu menyatakan, mereka sedang menimbang pilihan tentang cara menanggapi situasi tersebut.

Boies mengatakan pada majalah tersebut bahwa “itu sebuah kesalahan” telah terlibat dengan Black Cube.

Juru bicara Weinstein, Sallie Hofmeister menolak laporan tersebut, ia menyatakan: “Itu adalah sebuah fiksi yang menunjukkan bahwa setiap individu ditargetkan atau ditekan setiap saat.”

Black Cube menyatakan bahwa semua operasinya legal dan bahwa mereka tidak berkomentar atas klien mereka karena itu terkait masalah kebijakan.

Berdasarkan laporan media ‘Israel’, Haaretz, Avi Yanus serta Dan Zorella, yang merupakan agen intelijen ‘Israel’, mendirikan Black Cube pada tahun 2010.

Menurut Haaretz, sebagian besar bisnis Black Cube berkisar di seputar penyelesaian “perselisihan antara entitas-entitas bisnis yang besar” melalui penyelidikan pihak lawan dan intelijen.

Kini, sekitar 100 wanita menuduh Weinstein atas perbuatan tak senonoh mulai dari pelecehan hingga pemerkosaan.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Pukuli Petani Palestina dan Istrinya
17 Tahun Lalu, Bocah Palestina Pemberani Ini Lempari Tank Penjajah dengan Batu »