17 Tahun Lalu, Bocah Palestina Pemberani Ini Lempari Tank Penjajah dengan Batu

9 November 2017, 21:42.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Kamis (PIC): Anak ini bukanlah seorang pemimpin atau orang terkenal di kalangan masyarakatnya. Namun, di usianya yang masih belia itu namanya melambung masyhur, terutama setelah foto pertama dan terakhir miliknya saat sedang melawan tank penjajah Zionis dengan segenggam batu tersebar luas. Anak ini bernama Faris Odeh, seorang anak sederhana yang mampu menerjemahkan secara nyata hakikat kalimat perlawanan.

Pada 8 November 2000 silam, hari dimana Faris gugur, Faris tengah dalam perjalanan menuju sekolahnya. Namun, Faris diikuti juga oleh teman-teman sekolahnya, berbelok arah menuju permukiman ilegal Yahudi Netzarim yang berdiri di atas tanah milik rakyat Gaza. Faris tidak seperti kebanyakan siswa lain yang suka menjalani rutinitas pulang-pergi sekolah. Faris lebih senang melakukan perlawanan daripada menjalani rutinitas itu.

Hal itu bisa dilihat dari bagaimana Faris menyiapkan seragam khusus perlawanan yang ia sembunyikan di dekat sekolah. Seragam perlawanan itu Faris kenakan setiap hari saat melakukan aksi perlawanan terhadap penjajah Zionis. Setelah selesai melakukan aksi perlawanan, Faris akan kembali mengenakan seragam sekolah yang ia pakai setiap harinya lalu pulang ke rumah.

“Meskipun usianya belia, Faris sangat pemberani. Setiap hari Faris pergi melakukan aksi perlawanan. Sekitar 50 kali lebih Faris terlibat dalam aksi perlawanan dan setiap hendak pergi, ayahnya selalu mengkhawatirkan keselamatannya,” kata ibunda Faris, An’am Odeh, kepada PIC. Ibu Faris juga menceritakan bahwa sejak gugurnya Faris tahun 2000 silam, seluruh bayi laki-laki yang lahir di keluarga Odeh dinamakan Faris dan nama Faris menjadi yang terbanyak di keluarga.

“Beberapa hari sebelum Faris gugur, kami baru saja selesai menyelenggarakan pemakaman anak bibi Faris bernama Shadi. Ketika itu Faris membawa pulang karangan bunga mawar yang ada di atas kuburan Shadi, lalu ia simpan di bawah lemari rumah kami,” kenang ibu Faris.

Ia melanjutkan, “Lalu Faris meminta kepada fotografer yang memotretnya saat berhadapan dengan tank penjajah Zionis untuk mencetak fotonya. Salah satu fotografer itu kemudian datang ke rumah kami menyerahkan cetakan foto Faris yang menggenggam batu melawan tank penjajah Zionis. Foto itu saya simpan, khawatir ketahuan ayah Faris. Dan ketika saya tanya untuk apa karangan bunga dan foto itu, Faris menjawab: ‘Aku siapkan untuk hari kesyahidanku.'”

Ibunda Faris mengatakan, “Faris anak yang istiqamah menjaga shalat terutama shalat subuh berjamaah di masjid. Hari itu, 8 November 2000, Faris mondar-mandir tiga kali mengecek karangan bunga yang ia simpan di bawah lemari. Dari sorot matanya saya melihat kesan perpisahan.”

Pada 8 November tahun 2000 pukul 9.30 waktu setempat, kepala sekolah Faris menelepon ibunda Faris mengabarkan bahwa anaknya tidak masuk sekolah. Ternyata di waktu yang sama, leher Faris tertembak peluru serdadu penjajah Zionis. Satu jam penuh darah tidak berhenti mengalir dari lehernya.

Faris adalah anak ke-6 dari sembilan bersaudara, yaitu tujuh laki-laki dimana dua di antaranya berkebutuhan khusus dan dua lagi anak perempuan. Pada tahun 2014 rumah keluarga Faris dibom oleh penjajah Zionis. Dan tiga bulan setelah Faris gugur, saudaranya ditembak peluru serdadu penjajah. Puluhan syair tentang dirinya telah digubah. Namanya kini menyala terang di deretan kisah para pejuang perlawanan.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Harvey Weinstein Sewa Mata-mata ‘Israel’ untuk ‘Tutupi’ Tuduhan Kejahatan Seksual
Buah ‘Rekonsiliasi’ Fatah-Hamas: Otoritas Palestina Malah Tegaskan Pulihnya Koordinasi Keamanan dengan Penjajah »