Inilah Mantan Serdadu Zionis yang Jadi Mata-mata Harvey Weinstein

10 November 2017, 17:18.
Harvey Weinstein menyewa Black Cube dan konon Stella Penn, untuk menutupi dugaan kejahatan seksual yang dituduhkan kepadanya. Foto: Michael Sohn/AP

Harvey Weinstein menyewa Black Cube dan konon Stella Penn, untuk menutupi dugaan kejahatan seksual yang dituduhkan kepadanya. Foto: Michael Sohn/AP

PALESTINA TERJAJAH, Jum’at (Haaretz): Mata-mata ‘Israel’ yang bekerja untuk menutupi kekerasan seksual konglomerat media Harvey Weinsten sebenarnya adalah wanita ‘Israel’ berusia 30 tahun Stella Penn Pechanac, ungkap Daily Mail dalam pemberitaannya Rabu (8/11) lalu.

Penn, yang kabarnya bekerja sebagai mata-mata untuk agen intelijen Black Cube, menipu aktris Rose McGowan untuk bertemu dengannya dan menyingkap memoarnya. Penn bertemu dengan McGowan dengan menggunakan nama “Diana Filip”. Ia mengaku pembela hak-hak wanita dari London yang bekerja sebagai seorang investor di sebuah perusahaan bernama Rueben Capital Partners. Ia kabarnya bertemu dengan McGowan beberapa kali di New York dan Los Angeles.

Sebuah biografi daring menyatakan Penn berimigrasi ke wilayah Palestina terjajah 1948 dari Yugoslavia pada 1993. Ia adalah seorang perwira di Angkatan Udara ‘Israel’, yang mempelajari lakon di Tel Aviv dan lulus pada 2010 dari studio lakon Nissan Nativ.

Black Cube merupakan perusahaan intelijen swasta yang dikelola oleh para mantan anggota agen mata-mata ‘Israel’, Mossad.

Menurut Daily Mail, Penn menggunakan nama samaran berbeda, “Anna”, ketika ia berlagak sebagai seorang narasumber kepada wartawan New York, Ben Wallace, saat ia sedang mengerjakan kisah mengenai Weinstein.

Bahkan setelah kisah awal tentang serangan seksual Weinstein yang tak terhitung itu terbongkar, “Diana Filip” terus menghubungi McGowan. Dalam sebuah surat elektronik, si mata-mata menulis, “Hai Cinta, bagaimana perasaanmu?…. Aku hanya ingin mengatakan betapa beraninya dirimu.”

Ketika mendengar berita mengenai identitas palsu Diana, McGowan berkata pada New Yorker, “Ya Tuhan. Reuben Capital. Diana Filip. Tidak mungkin.”

New Yorker awal pekan ini memberitakan bahwa Weinstein menyewa sejumlah perusahaan intelijen, termasuk Black Cube, untuk menghimpun profil psikologis para penuduhnya demi menggali sejarah pribadi termasuk sejarah seksual mereka. Hal itu dilakukan untuk menjegal laporan pelecehan seksual yang ditujukan kepadanya.

David Boies, pengacara Weinstein, menawarkan Black Cube insentif finansial untuk mencegah publikasi artikel dan memperoleh naskah buku McGowan. Boies telah mengonfirmasi menyewa perusahaan tersebut kepada New Yorker.

Pada Selasa (7/11) lalu, Channel 2 ‘Israel’ memberitakan bahwa mantan Perdana Menteri Ehud Barak memberikan Weinstein informasi yang memfasilitasinya untuk menyewa Black Cube.

Black Cube didirikan pada 2010 oleh Yanus dan Dan Zorella, yang dulu bertugas di unit intelijen ‘Israel’. Black Cube menggambarkan para pegawainya sebagai “kelompok intelijen elit ‘Israel’ terpilih, yang memiliki pengalaman beragam dalam mengumpulkan informasi, analisis, penelitian, dan operasi lapangan.” Sebagian besar perkara yang ditangani perusahaan ini adalah perselisihan hukum antara entitas bisnis besar.* (Haaretz | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Buah ‘Rekonsiliasi’ Fatah-Hamas: Otoritas Palestina Malah Tegaskan Pulihnya Koordinasi Keamanan dengan Penjajah
Anggota Komite Pusat Fatah: ‘Siapapun yang Usik Senjata Perlawanan Bukan Nasionalis’ »