Menteri Inggris Terpaksa Mundur Setelah Ketahuan Gelar Pertemuan Rahasia dengan Pejabat ‘Israel’

11 November 2017, 17:39.
Priti Patel, Menteri Pembangunan Internasional Inggris. Foto: Policy Exchange/Wikipedia

Priti Patel, Menteri Pembangunan Internasional Inggris. Foto: Policy Exchange/Wikipedia

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Menteri Pembangunan Internasional Inggris Priti Patel akhirnya menanggalkan jabatannya pada Rabu (8/11) lalu setelah mendapat tekanan besar terkait pertemuan rahasianya dengan pejabat ‘Israel’. Patel, yang dikenal sebagai politisi cemerlang Partai Konservatif (partai pimpinan May yang kini berkuasa), dipanggil pulang ke London saat tengah melakukan lawatan ke Afrika pada Rabu lalu untuk menemui Perdana Menteri Inggris Theresa May guna menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai sejumlah pertemuan tanpa persetujuan yang melanggar protokol diplomatik.

Setelah pertemuan singkat yang diselenggarakan tak lama setelah Patel mendarat di London, kantor May merilis surat pengunduran diri menterinya, dimana Patel menyatakan bahwa apa yang ia lakukan di ‘Israel’ tidak sesuai dengan prinsip transparansi dan keterbukaan.

“Meskipun tindakan saya dimaksudkan dengan tujuan baik, tindakan saya juga tidak sesuai dengan standar transparansi dan keterbukaan yang selama ini saya dukung dan anjurkan,” tulis Patel dalam surat kepada May.

Patel melanjutkan dalam suratnya, “Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Anda (PM May) dan pemerintah atas apa yang telah terjadi dan mengajukan surat pengunduran diri saya.”

May menjawab dalam sebuah surat, yang menyatakan: “Sekarang semuanya sudah jelas, tindakan Anda memutuskan untuk mengundurkan diri dan setia pada standar tinggi transparansi dan keterbukaan yang telah Anda dukung sudah tepat.”

Masih belum jelas siapa yang akan menggantikan Patel, yang melakukan pertemuan saat liburan di ‘Israel’ awal tahun ini.

Berdasarkan protokol Inggris, seorang menteri kabinet biasanya akan mengatur pertemuan melalui kantor luar negeri dan didampingi oleh pejabat, serta kunjungan dengan ‘Israel’ biasanya harus diimbangi pertemuan dengan Palestina.

Patel bertemu dengan sejumlah pejabat ‘Israel’ pada Agustus lalu saat sedang berlibur dan pertemuan tersebut tidak ia laporkan kepada menteri atau pejabat Inggris terkait. Kemudian terungkap bahwa Patel ingin mengirimkan uang bantuan pembangunan kepada militer ‘Israel’, menyelenggarakan 12 pertemuan rahasia dengan pejabat tinggi ‘Israel’, dan membahas perkara pemerintah Inggris dengan PM Benyamin Netanyahu tanpa kehadiran pejabat Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO).* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Anggota Komite Pusat Fatah: ‘Siapapun yang Usik Senjata Perlawanan Bukan Nasionalis’
Penjajah Zionis Usir dan Ambil Alih Tanah Warga Palestina di Lembah Yordan »