Hamas: ‘Koordinasi Keamanan dengan ‘Israel’ Rusak Reputasi dan Perjuangan Rakyat Palestina’

12 November 2017, 09:54.
Fawzi Barhoum, juru bicara Hamas. Foto: Mohammed Asad/Apaimages

Fawzi Barhoum, juru bicara Hamas. Foto: Mohammed Asad/Apaimages

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Koordinasi keamanan antara Otoritas Palestina dan ‘Israel’ akan membahayakan kepentingan nasional Palestina dan berdampak negatif pada peluang mendorong rekonsiliasi nasional. Demikian ungkap Hamas, Kamis (9/11) lalu.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menekankan bahwa “Hamas terkejut dengan dilanjutkannya kembali koordinasi keamanan Otoritas Palestina di Tepi Barat dan kerja sama dengan musuh Zionis, yang sama dengan bahaya terbesar bagi rakyat Palestina, persatuan dan hak-hak sahnya termasuk hak untuk melawan penjajahan.”

“Koordinasi keamanan Otoritas Palestina merusak reputasi rakyat Palestina, perjuangan dan sejarahnya,” tambahnya. Barhoum menyerukan rakyat Palestina untuk menekan Otoritas Palestina agar menghentikan apa yang ia gambarkan sebagai tindakan “yang merusak kepentingan nasional”. Otoritas Palestina, tegasnya, harus berusaha memastikan pembicaraan rekonsiliasi berhasil dan mendorong proyek nasional Palestina.

Pernyataan Hamas itu muncul sehari setelah Kepala Kepolisian Otoritas Palestina Hazem Atallah mengumumkan bahwa seluruh pasukan keamanan Otoritas Palestina telah sepenuhnya memulihkan koordinasi keamanan dengan Tel Aviv dua pekan lalu. “Ini untuk rakyat kita, keselamatan rakyat kita dan untuk hak-hak rakyat kita,” katanya.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menghentikan koordinasi keamanan dengan ‘Israel’ pada 21 Juli 2017 dan menuntut disingkirkannya detektor logam yang dipasang di kompleks Masjid Al-Aqsha. Berdasarkan jajak pendapat yang diselenggarakan pada September lalu oleh Pusat Kebijakan dan Penelitian Survei Palestina, sekitar 73 persen warga Palestina mendukung keputusan Abbas (untuk menghentikan koordinasi keamanan dengan ‘Israel-red).

Karena maraknya protes massal di penjuru dunia dan penolakan warga Palestina untuk melewati detektor logam, ‘Israel’ akhirnya membongkar penghalang tersebut dua minggu kemudian. Namun, kantor berita Safa memberitakan, awal pekan ini pihak keamanan ‘Israel’ mulai menempatkan kamera-kamera di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha untuk mengawasi warga Palestina saat mereka memasuki dan keluar dari tempat suci itu.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Tembakkan Gas Airmata ke Sekolah Palestina di Al-Khalil
Penjajah Zionis Rampok Artefak dari Istana Romawi di Al-Khalil »