Peneliti: Tiga Cara Lawan UU Hukuman Mati ‘Israel’

7 January 2018, 16:34.
Foto: PIC (Arsip)

Foto: PIC (Arsip)

GAZA, Ahad (PIC): Direktur Pusat Studi Tawanan Palestina, Rafat Hamdouna, kemarin (6/1), menyampaikan tiga langkah untuk melawan RUU hukuman mati ‘Israel’, yang baru-baru ini disetujui dalam tahap pertama pembahasan di parlemen Knesset. Dalam pernyataan pers,  Hamdouna mengungkapkan bahwa upaya-upaya hukum dibutuhkan untuk melindungi hak pertahanan diri dan hak menentukan nasib sendiri para tawanan Palestina, dan menolak narasi ‘Israel’ yang menggambarkan mereka sebagai teroris dan penjahat.

Hamdouna menekankan pentingnya bekerja sama dengan kelompok-kelompok internasional, organisasi-organisasi hak asasi manusia, dan parlemen untuk menekan ‘Israel’ agar menghentikan disetujuinya RUU tersebut pada pembahasan tahap kedua dan ketiga. Ia menambahkan, media juga harus menginternasionalisasikan masalah tawanan Palestina, menyebarkan kisah-kisah mereka dalam berbagai bahasa, dan menghilangkan kebohongan media ‘Israel’.

Peneliti Palestina itu juga menyerukan diluncurkannya kampanye dan kegiatan-kegiatan untuk membongkar pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina pada umumnya dan khususnya para tawanan Palestina.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Knesset Setujui RUU Hukuman Mati Warga Palestina yang Terlibat Aksi Lawan Penjajah
‘Baba, Jangan Sedih dan Khawatir. Penjara Itu Tempatnya Lelaki Sejati’ »