Organisasi HAM Palestina Kecam RUU Hukuman Mati ‘Israel’

8 January 2018, 12:55.
Foto: Addameer.org

Foto: Addameer.org

RAMALLAH, Senin (Addameer.org): Asosiasi Dukungan Tawanan dan HAM Addameer, Al Hurryyat, dan Komisi Urusan Tawanan dan Eks-Tawanan mengecam RUU ‘hukuman mati’, yang lolos tahap pertama pembahasan di Knesset. Sekarang ini, hukuman mati sah berdasarkan hukum ‘Israel’, tapi hanya sebagai balasan terhadap kejahatan-kejahatan yang tertuang dalam dua undang-undang. Yang pertama adalah UU yang terkait dengan perlakuan dan penahanan Nazi dan yang berhubungan dengan mereka (1950), serta yang kedua adalah untuk menghukum dan mencegah kejahatan genosida (1950).

Sehubungan dengan hukum militer, hukuman mati saat ini diperbolehkan saat seseorang dihukum karena membunuh seorang warga ‘Israel’, tapi ini membutuhkan keputusan bulat dari pengadilan dengan tiga hakim. Selain itu, jaksa militer juga perlu menuntut hukuman mati.

RUU itu sendiri akan menurunkan ambang batas menjadi keputusan mayoritas di antara ketiga hakim, dan akan melarang keringanan hukuman mati. Selain itu, RUU ini akan menyertakan sebuah pasal yang memperbolehkan pengadilan pidana ‘Israel’ untuk menjatuhkan hukuman mati.

RUU ini, jika berhasil melewati seluruh tahapan pembahasan di Knesset, akan menunjukkan pelanggaran kewajiban ‘Israel’ berdasarkan hukum internasional dan akan bertentangan dengan norma internasional yang berlaku.

Berdasarkan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik, Pasal 6, hukuman mati tidak dapat dijatuhkan dalam kasus dimana pengadilan yang adil belum terjamin. Sistem pengadilan militer telah secara luas terbukti tidak memenuhi standar internasional pengadilan yang adil, dan karena itu tidak bisa menjatuhkan hukuman mati.

Selain itu, Majelis Umum PBB telah mengeluarkan beberapa resolusi yang menyerukan hukuman mati untuk semakin dibatasi, sementara Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia telah melarang itu sama sekali.

Menurut Addameer, RUU ini menunjukkan kebijakan diskriminasi sistematis yang berkesinambungan terhadap rakyat Palestina. Hukuman mati menunjukkan pelanggaran serius terhadap kemanusiaan rakyat Palestina.

Addameer menegaskan, sebagai lembaga sipil Palestina, mereka sangat mengecam RUU ini. Addameer juga menyerukan masyarakat internasional untuk menuntut ‘Israel’ bertanggung jawab, dan membantu rakyat Palestina untuk menjamin hak-hak dasar mereka berdasarkan hukum internasional.* (Addameer.org | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Musim Dingin, Muhajirin Suriah Butuh Bantuan Darurat
Rezim Suriah Bombardir Idlib, Ribuan Warga Hijrah ke Perbatasan Turki »