Rezim Suriah Bombardir Idlib, Ribuan Warga Hijrah ke Perbatasan Turki

8 January 2018, 17:13.
Tenda sementara di kamp Atme –dimana sekitar 100.000 warga Suriah tinggal– yang terletak di utara Idlib mengalami banjir setelah hujan deras mengguyur Idlib, Suriah, pada 6 Januari 2018. Foto: Al Jazeera

Tenda sementara di kamp Atme –dimana sekitar 100.000 warga Suriah tinggal– yang terletak di utara Idlib mengalami banjir setelah hujan deras mengguyur Idlib, Suriah, pada 6 Januari 2018. Foto: Al Jazeera

SURIAH, Senin (Al Jazeera): Pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya meningkatkan serangan di barat laut provinsi Idlib, wilayah terbesar di negara tersebut yang dikuasai mujahidin. Serangan tersebut memaksa ribuan warga sipil hijrah ke perbatasan Turki dalam kondisi musim dingin yang membekukan tubuh.

Target utama operasi serangan rezim Suriah dan sekutunya itu nampaknya adalah pangkalan udara Abu Zuhour yang dikuasai para mujahidin di bagian tenggara Idlib.

Ahad lalu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad “telah menguasai kota Sinjar”, kurang dari 20 km dari pangkalan udara.

Pasukan pro-pemerintah juga ingin menguasai jalan Damaskus-Aleppo yang memotong melalui Idlib, yang dikuasai mujahidin pada 2015.

Disokong oleh milisi yang didukung Iran dan kekuatan udara Rusia, pasukan Assad sejak akhir Oktober telah merebut kembali wilayah yang dikuasai mujahidin di Idlib dan juga menguasai puluhan desa di bagian utara provinsi Hama.

Idlib seharusnya menjadi salah satu dari zona de-eskalasi yang ditetapkan di Suriah tahun lalu dengan dukungan Rusia, Iran dan Turki. Zona de-eskalasi bertujuan menghentikan pertempuran dan memberikan keamanan pada warga sipil di empat daerah: provinsi Idlib, Timur Ghouta, bagian utara provinsi Homs, dan bagian selatan Suriah.

Namun, pemerintah Suriah dan para sekutunya tidak mematuhi kesepakatan itu dan terus menargetkan seluruh daerah yang termasuk dalam kesepakatan, kecuali bagian selatan.

Karena pertempuran terus berlangsung, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengungkapkan kekhawatiran bahwa serangan pemerintah di Idlib bisa mengakibatkan penghancuran besar-besaran dan gelombang pengungsian.

Abdusselam El Sherif, juru bicara IHH, sebuah lembaga kemanusiaan Turki, menyatakan serangan telah berdampak besar pada warga sipil. Berbicara kepada Al Jazeera dari provinsi Turki Kilis di dekat perbatasan Suriah, El Sherif menyatakan bahwa 23.775 kepala keluarga –lebih dari 100.000 orang– hijrah ke selatan Idlib dan timur Hama pekan ini akibat dahsyatnya pemboman. “Sebagian besar dari mereka telah sampai di perbatasan Suriah-Turki,” katanya. “Mereka tersebar di berbagai kamp. Ada kebutuhan besar untuk bahan-bahan makanan dan pakaian,” tambah El Sherif.

Menurut PBB, Idlib merupakan rumah bagi sekitar 2,6 juta warga Suriah, termasuk banyak orang terlantar di dalam Suriah yang telah melarikan diri dari pertempuran di daerah lain di negara tersebut.* (Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Organisasi HAM Palestina Kecam RUU Hukuman Mati ‘Israel’
Tahun Lalu, Rakyat Gaza Alami Bencana Kemanusiaan Terparah »