Menteri Zionis Jatuhkan Hukuman Kolektif kepada Keluarga Tamimi

12 January 2018, 19:22.
Demonstran memegang poster dan spanduk yang menunjukkan solidaritas terhadap Ahed al-Tamimi (16) dan tawanan Palestina lainnya di penjara-penjara ‘Israel’. Unjuk rasa ini diselenggarakan di Grand Central Terminal di New York, Amerika Serikat. Foto: Atilgan Ozdil/Anadolu Agency

Demonstran memegang poster yang menunjukkan solidaritas terhadap Ahed al-Tamimi (16) yang ditawan penjajah Zionis. Unjuk rasa ini diselenggarakan di Grand Central Terminal di New York, Amerika Serikat. Foto: Atilgan Ozdil/Anadolu Agency

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Menteri Pertahanan Zionis, Avigdor Lieberman, memerintahkan otoritas terkait untuk menjatuhkan hukuman kolektif dan langkah-langkah hukuman terhadap keluarga Tamimi.

Langkah tersebut diambil setelah rekaman video yang beredar luas menunjukkan anggota keluarga Tamimi menghalau serdadu Zionis yang berada di depan rumah mereka di desa Nabi Saleh pada 15 Desember. Sejumlah hukuman dijatuhkan oleh otoritas penjajah atas perintah Lieberman, termasuk mengasingkan keluarga Tamimi dengan mencabut visa masuk 20 anggota keluarga tersebut. Penjajah Zionis berdalih, seluruh anggota keluarga tersebut terlibat dalam aksi “kekerasan dan hasutan terorisme”.

Selain itu, Lieberman menandatangani perintah larangan bepergian untuk ayah Ahed Tamimi, Bassem. Bassem Tamimi adalah mantan tawanan yang dijebloskan ke penjara karena aksi perlawanannya terhadap penjajahan. Menurut surat kabar Israel Hayom, Lieberman menandatangani larangan bepergian Bassem karena “ia memiliki sejarah panjang hukuman penjara dikarenakan keterlibatannya dalam kasus-kasus keamanan di masa lalu”.

Surat kabar tersebut mengutip Lieberman yang menyatakan: “Berhadapan dengan Tamimi dan keluarganya harus keras, mengerahkan seluruh langkah-langkah hukum, dan melakukan pencegahan.” Lieberman juga menambahkan bahwa kementeriannya “tidak akan menolerir insiden-insiden dimana para pendemo Palestina mendekati serdadu Zionis dan menghasut terorisme”.

Ahed Tamimi dikenakan dua dakwaan penyerangan terhadap seorang serdadu ‘Israel’. Sepupunya, Iman dan Nur Tamimi, juga didakwa atas serangan terhadap serdadu penjajah dan ancaman melempar serdadu dengan batu.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Netanyahu Ingin Mesir Berikan Tanah di Sinai untuk Palestina
Blokade dan Pengeboman Tanpa Henti Hambat Aktivitas Belajar Siswa di Kamp Yarmouk »