Malapraktik Dokter Zionis pada Tawanan Palestina

18 January 2018, 09:29.
Foto: Safa.ps

Foto: Safa.ps

BEIT LAHM, Kamis (Safa.ps): Lembaga Urusan Tawanan dan Eks Tawanan, Rabu (17/1) pagi, menyatakan bahwa kondisi kesehatan tawanan yang sakit, Muhammad Ahmad Salim Khatib (47) dari desa Shalah di Beit Lahm semakin memburuk.

Muhammad menjelaskan kepada pengacara Lembaga Urusan Tawanan dan Eks Tawanan Fadi Abidat bahwa ia merasakan sakit pada bagian punggung. Muhammad kemudian datang ke klinik medis di penjara Nafhah. Namun petugas medis di klinik tersebut salah memberikan suntikan. Sejak saat itu Muhammad lumpuh, ia tidak dapat bergerak dan berjalan.

Muhammad menceritakan, tidak hanya sekali ia berobat di klinik medis penjara. Setiap kali datang dokter hanya memberinya obat penenang dan bius untuk mengurangi rasa sakit yang ia rasakan pada bagian bawah punggung.

Lembaga Tawanan menuding dokter penjara Zionis secara sengaja memberikan suntikan salah kepada Muhammad, karena ia merupakan salah satu pemimpin aksi mogok makan “Kebebasan dan Kemuliaan” yang berlangsung selama 41 hari pertengahan tahun lalu.

Lembaga Tawanan meminta kepada lembaga-lembaga HAM untuk menghentikan praktik kejahatan yang terus dilakukan sipir penjara Zionis, yang secara sistematis tidak memedulikan hidup dan kesehatan tawanan Palestina. Bahkan, menjadikan mereka bahan percobaan medis tanpa tanggung jawab dan profesionalitas yang sesuai dengan hukum internasional dan HAM.* (Safa.ps | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Serdadu Zionis Hentikan Paksa Renovasi Masjidil Aqsha
Serdadu Zionis Akan Rampas Sejumlah Daerah di Baitul Maqdis »