Terlibat Permukiman Ilegal ‘Israel’, Pengelola Dana Pensiun Denmark Depak Motorola

8 March 2018, 20:57.
Logo Motorola. Sumber: Wikipedia

Logo Motorola. Sumber: Wikipedia

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Pengelola dana pensiun Denmark, Sampension, telah secara resmi mengeluarkan Motorola karena keterkaitannya dengan permukiman ilegal ‘Israel’ di wilayah Palestina terjajah.

Sampension, yang mengelola dana pensiun pasar tenaga kerja Denmark senilai 290 miliar Kroner Denmark (DKK) atau sekitar 43,5 miliar dolar, mengumumkan Motorola dalam daftar pengecualian. Sampension menyatakan bahwa penyediaan produk Motorola ke permukiman ilegal ‘Israel’ merupakan pelanggaran terhadap Prinsip-prinsip Panduan Bisnis dan Hak Asasi Manusia PBB.

Menurut ActionAid Denmark (Mellemfolkeligt Samvirke), yang menyambut baik kabar tersebut, Sampension menarik DKK15 juta (sekitar $2,5 juta).

Motorola memiliki hubungan baik dengan penjajahan militer ‘Israel’ dan perusahaan permukiman ilegal, serta secara luas diyakini merupakan salah satu dari perusahaan-perusahaan yang dihubungi Kantor HAM PBB terkait upaya mempublikasikan basis data bisnis-bisnis yang terlibat dengan permukiman ilegal ‘Israel’.

Tak hanya Motorola, pada Oktober lalu Sampension juga mengecualikan empat perusahaan –termasuk dua bank ‘Israel’ dan perusahaan telekomunikasi Bezeq– karena keterlibatan mereka dengan permukiman ilegal ‘Israel’, dan pengambilan sumber daya alam dari wilayah Palestina terjajah.

Perusahaan-perusahaan tersebut dikeluarkan karena melanggar pedoman investasi di wilayah-wilayah terjajah, dan khususnya, “dikarenakan membiayai permukiman ilegal, mengambil sumber daya alam, serta mendirikan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terjajah”.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Parlemen ‘Israel’ Setujui RUU Larangan Serahkan Jenazah Syuhada Palestina
Kata Politisi ‘Israel’ pada Muslimin: Ganti ‘Allahu Akbar’ dengan ‘Israel Akbar’ »