Militer ‘Israel’ ‘Sarang’ Pelecehan Seksual

10 March 2018, 14:12.
Serdadu wanita ‘Israel’. Foto: Dokumentasi Middle East Monitor

Serdadu wanita ‘Israel’. Foto: Dokumentasi Middle East Monitor

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Data resmi mengungkap, sebanyak 893 kasus pelecehan seksual dilaporkan oleh para serdadu ‘Israel’ tahun lalu. Radio Publik ‘Israel’ memberitakan bahwa jumlah pengaduan yang diajukan oleh serdadu pria dan wanita yang dilecehkan oleh rekan atau senior mereka selama dinas militer meningkat sepanjang tahun lalu.

Persentase kasus pelecehan seksual di militer ‘Israel’ meningkat hingga 20 persen pada tahun 2017 dibandingkan 18 persen pada 2016.

Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan seksual di militer ‘Israel’, tahun lalu penjajah Zionis meluncurkan program pendidikan untuk mencegah kekerasan seksual, dan juga mendirikan pusat rehabilitasi untuk para serdadu yang menjadi korban kekerasan seksual.

“Apa yang terjadi di dalam militer merupakan refleksi dari keseluruhan masyarakat,” kata pakar Palestina di bidang militer ‘Israel’, Yousef Al-Sharqawi. Ia menambahkan bahwa ia meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Laporan sebelumnya mengungkap bahwa satu dari enam serdadu wanita ‘Israel’ menyatakan mereka telah dilecehkan secara seksual selama dinas militer mereka pada 2016, meskipun angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Dari mereka yang disurvei, 60 persen serdadu wanita menyatakan ada iklim pelecehan seksual ketika para serdadu melontarkan komentar seksual yang menyakitkan dan lebih dari sepertiga menjadi sasaran sikap yang tidak pantas.

Ada pula sejumlah kasus serangan seksual di angkatan bersenjata, yang mengakibatkan banyak serdadu yang menjalani hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan perkosaan.

Pada Februari 2017, Brigadir Jenderal Ofek Buchris, perwira berpangkat tinggi yang menghadapi sejumlah tuduhan, mendapat keringanan setelah didakwa dengan 16 tuduhan serangan seksual yang meliputi tiga perkosaan. Setelah mengakui tuduhan tersebut, pangkatnya diturunkan menjadi kolonel tanpa harus dipenjara sehingga memicu kritik keras dari publik.

Kasus semacam itu mengakibatkan para wanita meragukan apakah pengaduan mereka akan ditanggapi serius. Sebagaimana tercermin dari angka yang dirilis sebelumnya tahun ini yang menunjukkan bahwa meskipun jumlah pengaduan pelecehan seksual ke pusat dukungan militer meningkat, jumlah pengaduan resmi yang diajukan terhadap Polisi Militer ‘Israel’ menurun.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Pasar Murah’ Qatar untuk Warga Miskin di Gaza
UU ‘Israel’ yang Baru Mudahkan Penjajah Zionis Usir Warga Palestina dari Baitul Maqdis »