Serangan Assad di Ghouta Timur Tewaskan Lebih dari 1.100 Orang

12 March 2018, 21:41.
Asap membubung setelah rezim Suriah membombardir kota Arbin di Ghouta Timur yang terblokade, 11 Maret 2018. Foto: Daily Sabah

Asap membubung setelah rezim Suriah membombardir kota Arbin di Ghouta Timur yang terblokade, 11 Maret 2018. Foto: Daily Sabah

ISTANBUL, Senin (Daily Sabah): Serangan udara dan bom-bom gentong dihantamkan ke Ghouta Timur, kemarin (11/3). Lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam serangan sengit di benteng pertahanan terbesar oposisi di dekat Damaskus sejak dimulainya serangan tiga pekan lalu dengan pengeboman yang menghancurkan, ungkap Syrian Observatory for Human Rights.

Melanggar seruan dunia untuk gencatan senjata, Bashar Al-Assad melanjutkan operasi militer udara kejam yang didukung Rusia dan serangan darat untuk merebut kawasan tersebut, yang merupakan benteng terakhir mujahidin di ambang pintu ibukota. Dalam pertempuran selama tiga pekan, rezim telah menyerbu lebih dari setengah area tersebut dan membagi sisanya ke dalam tiga daerah, mengasingkan pusat kota Douma dari daerah kantong sisanya.

“Baku tembak kini difokuskan di sekitar kota Medeira, yang terletak di pusat dari tiga zona dan dimana para mujahidin melakukan perlawanan sengit,” ungkap ketua Observatory Rami Abdel Rahman, sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Bom menghantam sejumlah kota lainnya, termasuk Arbin, dimana sedikitnya tiga warga sipil tewas. Observatory menyatakan militer rezim menembaki jalan-jalan yang menghubungkan tiga tempat di Ghouta Timur yang berarti daerah kantong tersebut telah terbagi.

Di Hammuriyeh, koresponden AFP melihat seorang pemuda kebingungan mencari orang-orang yang ia kasihi di atas puing bangunan yang runtuh. Ayahanda, ibunda dan tiga saudara kandungnya tewas dalam sebuah serangan udara, tapi tim penyelamat tidak bisa menarik mereka keluar dari puing-puing gedung.

Para aktivis dan pejuang di Ghouta Timur beberapa hari ini menyatakan pengeboman telah meliputi bahan-bahan pembakar yang mengakibatkan kebakaran dan luka bakar. Dokter-dokter setempat juga melaporkan sejumlah insiden serangan bom yang diikuti oleh bau klorin dan gejala sesak nafas.

Terlepas dari fakta bahwa sekitar 400.000 orang tinggal di kota tersebut dengan fasilitas medis dan makanan yang sangat terbatas, rezim Suriah terus saja melancarkan serangan dan memblokir pengiriman bantuan internasional. Ghouta Timur berada dalam blokade pemerintah Suriah sejak 2013 sehingga sangat kekurangan makanan dan obat-obatan, bahkan sebelum terjadinya serangan baru-baru ini.

Sekitar 46 truk bantuan memasuki kawasan tersebut Senin lalu untuk kali pertama sejak terjadinya serangan, tapi harus memperpendek pengiriman mereka dan meninggalkan lokasi akibat gencarnya pengeboman. Meskipun PBB menganggap blokade, perampasan air dan makanan sebagai kejahatan perang, semua upaya untuk mengakhiri blokade telah gagal. Rusia, pendukung utama rezim Assad bersama Iran, memerintahkan jeda kemanusiaan semata untuk menunjukkan pengaruhnya dalam perang sipil yang mematikan itu. Jeda kemanusiaan itu hanya berlangsung selama lima jam.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kemarin, Serangan Udara Rezim Suriah Tewaskan 10 Warga Sipil di Idlib
Pemukim Ilegal Yahudi Serang Rumah dan Nyaris Bakar Masjid di Al-Khalil »