Kota Douma Hadapi ‘Bencana Besar’

13 March 2018, 14:35.
Seorang pria Suriah mencari korban selamat setelah rezim Assad melakukan serangan udara di kota Douma, Ghouta Timur, pada 5 Maret 2018. Foto: Mouneb Taim/Anadolu Agency

Seorang pria Suriah mencari korban selamat setelah rezim Assad melakukan serangan udara di kota Douma, Ghouta Timur, pada 5 Maret 2018. Foto: Mouneb Taim/Anadolu Agency

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Kota Douma, Suriah, yang dikuasai oposisi menghadapi kondisi “bencana besar” karena menjadi tempat berlindung utama bagi ribuan orang yang melarikan diri dari pasukan pemerintah ke dalam Ghouta timur, ungkap dewan lokal kemarin (12/3).

Ribuan keluarga kini berlindung di jalan-jalan terbuka dan taman-taman umum karena ruang-ruang bawah tanah dan tempat-tempat penampungan yang ada sudah sangat sesak, kata dewan lokal Douma yang dikelola oleh oposisi. “Setelah lebih dari 20 hari operasi militer biadab…ini mengarah pada memburuknya situasi kemanusiaan dan makanan ke tingkat bencana besar,” ungkap dewan lokal dalam sebuah pernyataan.

Penguburan korban tewas di pemakaman kota tersebut ditangguhkan akibat intensitas serangan udara. Ratusan orang tewas dalam pengeboman udara dan artileri di distrik Ghouta timur sejak 18 Februari karena pemerintah Suriah berusaha untuk menghancurkan markas utama terakhir mujahidin di dekat ibukota Damaskus.

PBB menyatakan, sekitar 400.000 orang terperangkap di kota-kota dan desa-desa di Ghouta timur. Mereka berada di bawah pengepungan pemerintah selama bertahun-tahun dan telah kehabisan makanan dan obat-obatan sebelum serangan yang terjadi baru-baru ini. Banyak warga sipil yang melarikan diri dari garis depan ke Douma, sebuah kota di daerah kantong.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB menyerukan implementasi resolusi 24 Februari yang menuntut gencatan senjata selama 30 hari di seluruh Suriah dan menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi buruk kemanusiaan negara tersebut.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Ilegal Yahudi Serang Rumah dan Nyaris Bakar Masjid di Al-Khalil
Sekjen PBB: 2017 Tahun Paling Mematikan Bagi Anak-anak Suriah »