Sekjen PBB: 2017 Tahun Paling Mematikan Bagi Anak-anak Suriah

13 March 2018, 16:55.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

WASHINGTON, Selasa (Anadolu Agency): Lebih banyak anak-anak tewas di Suriah pada tahun 2017 dibanding tahun-tahun sebelumnya selama tujuh tahun konflik di sana. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kemarin (12/3).

“Saya sangat sedih dengan kehilangan yang sangat besar dan penderitaan yang dialami rakyat Suriah,” ungkap Guterres di Dewan Keamanan (DK) PBB saat pengarahan singkat mengenai status gencatan senjata 30 hari yang disetujui DK akhir bulan lalu. “Dan saya sangat kecewa dengan semua yang telah –tahun demi tahun– bertindak atau tidak berbuat apapun, dengan sengaja atau sikap masa bodoh, membiarkan ini terjadi.”

Gencatan senjata yang disetujui DK PBB pada Februari lalu telah gagal menghentikan sejumlah serangan biadab di Suriah, khususnya di daerah pinggiran kota Damaskus dimana serangan rezim Suriah mengakibatkan kebinasaan massal dan kehilangan nyawa.

“Terutama di Ghouta timur, serangan udara, tembakan meriam dan serangan darat diintensifkan setelah penerapan resolusi dan merenggut nyawa ratusan warga sipil –bahkan beberapa melaporkan jumlah korban jiwa lebih dari 1.000 orang,” kata Guterres. “Saya ingin menggarisbawahi pentingnya mengusahakan evakuasi medis, melindungi warga sipil, dan tidak menghalangi akses kemanusiaan.”* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kota Douma Hadapi ‘Bencana Besar’
Serdadu Zionis Pukuli Remaja Palestina untuk Paksa Pengakuan »