Ada Rencana Terselubung di Balik Blokade Kota Hizma

13 March 2018, 22:47.
Gerombolan serdadu Zionis menargetkan demonstran Palestina di Hizma, Tepi Barat. Foto: Shadi Hatem/Apaimages

Gerombolan serdadu Zionis menargetkan demonstran Palestina di Hizma, Tepi Barat. Foto: Shadi Hatem/Apaimages

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Gerombolan serdadu Zionis terus membatasi pergerakan ribuan warga Palestina yang tinggal di Hizma, sebuah kota di pusat Tepi Barat dekat Baitul Maqdis. Kota tersebut telah diblokade ketat oleh otoritas penjajah ‘Israel’ selama hampir dua bulan.

Otoritas Zionis berdalih bahwa pelemparan batu oleh para pemuda setempat merupakan faktor di balik blokade itu – yang hakikatnya merupakan pengakuan (secara implisit bahwa penjajah Zionis memberlakukan-red) hukuman kolektif terhadap warga Palestina di Hizma.

Itu klaim sepihak penjajah Zionis. Walikota Samar Salahuddin meyakini ada faktor lain yang mendasari blokade kota Hizma. “Penutupan dan blokade atas Hizma terutama bertujuan untuk menghantam ekonomi serta mengendalikan kota dan daerah luas di tanah itu sebagai pendahuluan untuk melakukan sejumlah proyek yang berhubungan dengan rencana Greater Jerusalem dan proyek E1 (permukiman ilegal Yahudi),” katanya.

‘Israel’ berupaya “mengisolasi Hizma dari daerah sekitarnya,” tambahnya, “karena (daerah-red) itu merupakan sisi penting dari Baitul Maqdis dan tautan yang menghubungkan utara Tepi Barat dengan bagian selatannya.”

Menurut Salahuddin, penutupan oleh ‘Israel’ – khususnya pintu masuk bagian utara kota tersebut – telah menghantam lebih dari 150 bisnis lokal dan para pemilik toko sehingga membuat mereka “tidak bisa memenuhi kewajiban finansial harian dan bulanan mereka terhadap tempat kerja dan karyawan mereka”.

Selain itu, “Kerugian terbesar telah menimpa para siswa sekolah dan universitas, karyawan dan pekerja, yang pergi pagi-pagi sekali untuk belajar dan bekerja setiap hari,” katanya. “Penutupan ini telah menjadi gangguan sehari-hari bagi mereka karena mereka melewati pos-pos pemeriksaan dan blok-blok beton, yang diletakkan di pintu-pintu masuk kota.”

Pada 24 Januari, lembaga non-pemerintah ‘Israel’ B’Tselem menggambarkan pembatasan ‘Israel’ atas Hizma sebagai bentuk dari “hukuman kolektif”, dan dengan demikian “terlarang berdasarkan hukum internasional”.

“Para serdadu Zionis menyebar di seluruh pintu masuk desa dan pembatas jalan diletakkan untuk menghalangi akses kendaraan,” ungkap B’Tselem. “Selama ini di berbagai titik, hanya penduduk desa yang terdaftar yang diizinkan masuk, dan pria di bawah usia 40 tidak diizinkan keluar.”

Menurut B’Tselem, “Kejadian semacam ini menggambarkan kehidupan rutin di bawah penjajahan dan penggunaan kekuatan sewenang-wenang militer ‘Israel’ saat berhadapan dengan populasi Palestina.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Pukuli Remaja Palestina untuk Paksa Pengakuan
Haniyah: Gaza Bisa ‘Meledak’ Kapan Saja »