Tembakan Serdadu Zionis untuk Bunuh atau Akibatkan Disabilitas Warga Gaza

4 April 2018, 17:32.
Rumah sakit di Gaza mengalami kekurangan pasokan medis karena blokade ‘Israel’ di kawasan itu selama 12 tahun. Foto: Hosam Salem/Al Jazeera

Rumah sakit di Gaza mengalami kekurangan pasokan medis karena blokade ‘Israel’ di kawasan itu selama 12 tahun. Foto: Hosam Salem/Al Jazeera

KOTA GAZA, Rabu (Al Jazeera): Mohammad Othman, remaja Palestina berusia 15 tahun, terbaring di ranjang Unit Gawat Darurat (ICU) RS Al-Shifa di Jalur Gaza – fasilitas medis tertua dan terbesar di kawasan yang terblokade itu.

Othman merupakan satu dari 1.500 lebih warga Palestina yang terluka pada Jum’at (30/3) lalu ketika serdadu Zionis melepaskan amunisi tajam, gas airmata dan peluru baja berlapis karet dengan membabi buta kepada ribuan orang yang berdemo di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza dengan ‘Israel’, yang menewaskan 18 orang.

Berbicara kepada Al Jazeera, Othman, yang tempat tidurnya dipenuhi bendera Palestina dan bunga dari kerabat serta teman-temannya setelah ia terkena peluru di bagian belakang kepalanya, mengatakan ia tidak pernah mengira akan menjadi target.

Mohammed Othman, salah satu dari 1.500 lebih warga Palestina yang terluka saat demonstrasi Jum’at (30/3) lalu. Foto: Hosam Salem/Al Jazeera

Mohammed Othman, salah satu dari 1.500 lebih warga Palestina yang terluka saat demonstrasi Jum’at (30/3) lalu. Foto: Hosam Salem/Al Jazeera

“Saya berada sejauh 300 meter dari pagar (perbatasan antara Jalur Gaza dan ‘Israel’), bersama dengan saudara-saudara saya, ketika saya ditembak,” kata Othman. “Saya menghindari mendekati perbatasan untuk menjaga adik-adik saya tetap aman, namun saya menjadi target.”

Othman menghabiskan dua hari terakhir di unit gawat darurat setelah para dokter menyatakan kondisinya kritis.

Enam warga Palestina lainnya masih berada di ruang ICU usai aksi demonstrasi damai Jum’at lalu dalam rangka memperingati Hari Tanah. Aksi ini menuntut hak untuk kembali para pengungsi Palestina.

Jihad al-Juaidi, kepala ICU di rumah sakit tersebut, mengatakan pada Al Jazeera bahwa seluruh korban yang datang ke rumah sakit menderita luka tembak di bagian tengah kepala, sendi lutut atau sendi panggul. “Ini menunjukkan bahwa serdadu ‘Israel’ menembak untuk membunuh, atau menyebabkan disabilitas,” katanya.

‘Kekacauan di rumah sakit’

Menggambarkan kondisi di rumah sakit Jum’at lalu, al-Juaidi mengatakan fasilitas medis itu menerima puluhan pria, wanita dan anak-anak Palestina di bawah usia 16. “Sangat kacau ketika orang mulai mengalir masuk ke rumah sakit – terutama karena kekurangan obat yang kami alami di sektor kesehatan,” lanjut al-Juaidi.

Jalur Gaza, yang merupakan rumah bagi sekitar dua juta orang, berada di bawah blokade ‘Israel’ selama 12 tahun.

Daerah kantong yang terblokade itu menjadi saksi tiga serangan ‘Israel’ skala besar yang telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur dan memperburuk kondisi daerah itu, dimana lebih dari 80 persen populasinya mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan.

Sekitar 70 persen populasi Gaza adalah pengungsi dari wilayah-wilayah Palestina yang diambil alih oleh kelompok bersenjata Zionis selama operasi militer pembersihan etnis pada 1948 untuk mendirikan negara palsu ‘Israel’, yang dikenal dengan Nakba.

Marwan Yassin mengatakan ia dan temannya ingin meletakkan bendera Palestina di sepanjang perbatasan. Foto: Hosam Salem/Al Jazeera

Marwan Yassin mengatakan ia dan temannya ingin meletakkan bendera Palestina di sepanjang perbatasan. Foto: Hosam Salem/Al Jazeera

Marwan Yassin (15) yang ikut serta dalam demonstrasi tersebut, terbaring dengan selimut tebal. Batang logam terlihat di kaki kanannya.

“Saya mendengar tentang demonstrasi itu dan memutuskan untuk menghadirinya bersama teman saya,” kata Yassin kepada Al Jazeera.

Ketika temannya yang berusia 10 tahun berupaya untuk meletakkan bendera Palestina di dekat perbatasan, ia ditembak di bagian kaki.

“Saya pergi ke rumah sakit bersamanya dan kembali untuk meletakkan bendera, tapi saya juga ditembak di kaki,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa peluru menghantamnya di bawah lutut, merobek pembuluh darahnya.

Sementara itu korban lainnya, Mohammad Hilles, sedang berjuang untuk pulih akibat peluru yang menghancurkan kakinya. Pria berusia 27 tahun itu ditembak di bagian atas sendi lutut ketika berdemo dengan teman-temannya sejauh 100 meter dari pagar perbatasan. Ia telah menjalani operasi selama 13 jam untuk mengobati kerusakan di pembuluh darahnya dan pendarahan parah yang terjadi kemudian.

Ketika ditanya apakah ia menyesal ikut berdemo, ia tidak ragu-ragu menjawab: “Saya akan kembali berdemo jika sudah pulih.”

‘Melanggar hukum dan disengaja’

Menurut Kementerian Kesehatan, sedikitnya 800 warga Palestina menjadi target tembakan dengan amunisi tajam, sementara sekitar 150 terluka akibat peluru baja berlapis karet dan 20 orang akibat menghirup gas airmata.

Sejumlah negara dan kelompok hak asasi manusia mengecam penggunaan kekuatan oleh ‘Israel’.

Demonstran Palestina menggotong seorang pria yang terluka karena ditembak serdadu Zionis saat demonstrasi. Foto: Khalil Hamra/AP

Demonstran Palestina menggotong seorang pria yang terluka karena ditembak serdadu Zionis saat demonstrasi. Foto: Khalil Hamra/AP

Kemarin (3/4), Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di Amerika Serikat menyatakan pembunuhan tersebut melanggar hukum dan disengaja, karena para demonstran sama sekali tidak bersikap mengancam para serdadu Zionis yang berada di seberang perbatasan.

“Tingginya jumlah korban tewas dan cedera merupakan konsekuensi yang dapat diduga karena para serdadu Zionis diberi kelonggaran untuk menggunakan kekuatan mematikan di luar situasi mengancam jiwa. Itu merupakan pelanggaran atas norma-norma internasional,” ungkap HRW dalam laporannya.

Sebelum demonstrasi, komandan tertinggi militer ‘Israel’ menyatakan telah mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu di perbatasan Gaza dan memberikan mereka izin untuk melepas tembakan.* (Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bulan Lalu, Penjajah Zionis Larang Adzan di Masjid Ibrahimi Lebih dari 50 Kali
Lagi, 2 Warga Gugur Ditembak Serdadu Zionis Saat Demonstrasi di Perbatasan Gaza »