Warga Kembali Berdemo di Perbatasan Gaza, Serdadu Zionis Masih Terus Tembaki Mereka

7 April 2018, 20:20.
Foto: Reuters

Foto: Reuters

GAZA, Sabtu (Middle East Eye): Ribuan warga Palestina kembali berdemo di perbatasan Gaza untuk pekan ke dua dan serdadu Zionis terus menembaki para pendemo yang melakukan demonstrasi. Sekitar delapan warga Palestina ditembak serdadu Zionis, sementara sedikitnya 1.060 pendemo terluka di perbatasan. Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan di Gaza.

Wartawan foto Yasser Mortaja gugur akibat luka yang dideritanya Jum’at (6/4) malam setelah ditembak di perut oleh serdadu Zionis pada pagi hari. Di antara yang gugur juga ada remaja berusia 15 tahun, Hussein Mohammed Madi, dari Kota Gaza. Madi tewas di timur Kota Gaza karena peluru dum-dum (peluru jenis khusus yang baru akan meledak setelah masuk ke dalam tubuh sehingga menghancurkan organ tubuh), ungkap kementerian.

Tidak ada korban dari pihak penjajah Zionis.

Serdadu ‘Israel’ dikecam atas penggunaan amunisi tajam terhadap para demonstran. Namun, mereka tetap bersikeras tidak akan mengubah peraturan menembak demonstran. Tel Aviv juga menolak seruan berulang kali dari komunitas internasional, termasuk PBB, untuk melakukan penyelidikan independen atas kematian warga Palestina pada demonstrasi pekan lalu.

Bakar ban

Selama demonstrasi kemarin (6/4), warga Palestina membakar ratusan ban sebagai upaya untuk mengaburkan penglihatan para penembak jitu ‘Israel’ yang berbaris di perbatasan antara ‘Israel’ dan Gaza.

“Kami telah mendengar banyak peringatan mengenai pembakaran ban-ban, tapi kami tidak punya pilihan lain untuk menyatakan kemarahan kami dan hak kami untuk kembali,” ungkap salah seorang pendemo, Said Ayman Hamad (28) kepada MEE. “Apapun yang kami gunakan, kami selalu menjadi target serdadu ‘Israel’. Jadi, kami menggunakan ban-ban yang akan salah mengarahkan tembakan serdadu. Kami melakukan demonstrasi damai, kami membutuhkan sesuatu untuk melindungi kami dari kebrutalan ‘Israel’.”

Foto: Reuters/Mohammed Salem

Foto: Reuters/Mohammed Salem

Gambar-gambar di media sosial menunjukkan serdadu Zionis mengerahkan sejumlah kipas angin untuk menyingkirkan asap dan menjernihkan penglihatan mereka di perbatasan.

Juru bicara militer ‘Israel’ juga mengisyaratkan bahwa ‘Israel’ mungkin akan menghentikan warga Palestina mengimpor ban ke Jalur Gaza.

Avichay Adraee bercuit di Twitter: “Jangan mengeluh jika mungkin ada kekurangan bahan-bahan, seperti ban.”

Adraee juga mendesak wanita-wanita Palestina di Gaza untuk tetap di rumah saja (alih-alih berdemo). Ia juga menyatakan bahwa mengikuti demonstrasi tidak feminin ataupun menguntungkan masyarakat secara keseluruhan.

10.000 pendemo berkumpul di perbatasan Gaza dengan ‘Israel’ untuk pekan kedua aksi demo ‘Great March of Return’. Foto: MEE/Mohammed Al Hajjar

10.000 pendemo berkumpul di perbatasan Gaza dengan ‘Israel’ untuk pekan kedua aksi demo ‘Great March of Return’. Foto: MEE/Mohammed Al Hajjar

Demonstrasi solidaritas juga berlangsung di seluruh kota Palestina dan desa di Tepi Barat terjajah. Para serdadu Zionis diberitakan memberangus para demonstran dengan gas airmata, bom-bom asap, dan peluru berlapis karet.

Sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk anak di bawah umur, ditangkap di Tepi Barat oleh serdadu Zionis.

Kamis (5/4) lalu, kementerian kesehatan menyatakan seorang warga Palestina tewas oleh serangan udara ‘Israel’ di perbatasan Gaza. Sementara seorang warga Palestina yang terluka parah saat berdemo pekan lalu di Gaza meninggal dunia pada Jum’at (6/4) akibat luka yang dideritanya.

Di Jalur Gaza, sekitar 1,3 juta dari dua juta penduduk di wilayah itu adalah pengungsi. Aksi protes yang disebut “Great March of Return” dijadwalkan berlangsung selama enam pekan di sepanjang perbatasan Gaza dan ‘Israel’. Aksi itu dimulai Jum’at (30/3) lalu yang bertepatan dengan Hari Tanah dan akan mencapai puncaknya pada 15 Mei pada peringatan Hari Nakba. Yakni, hari yang menandai diusirnya warga Palestina oleh ‘Israel’ pada 1948.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

‘Israel’ mengerahkan kipas angin di penjuru perbatasan Gaza untuk mengatasi asap dari ban yang dibakar para demonstran. Foto: AFP/Jack Guez

‘Israel’ mengerahkan kipas angin di penjuru perbatasan Gaza untuk mengatasi asap dari ban yang dibakar para demonstran. Foto: AFP/Jack Guez

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pesan Syaikh Raed Salah dari Penjara untuk Rakyat Palestina
Rezim Suriah Serang Douma dengan Gas Beracun »