Petugas Kebersihan Ini Gugur Ditembak Snipers Penjajah Saat Ikut Demo di Perbatasan Gaza

16 April 2018, 23:35.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Senin (PIC): “Ketika saya mengingat kembali kejadian itu, saya bertanya-tanya bahaya apa yang dimiliki Sedki Abu Ateiwi, petugas kebersihan tak bersenjata, di antara serdadu-serdadu ‘Israel’ bersenjata berat sehingga dibunuh dalam sekejap mata?” ungkap kerabat korban kepada PIC.

Tak lama menjelang senja pada Jum’at (13/4) lalu, para penembak jitu (snipers) ‘Israel’ menembak Sedki Abu Ateiwi (45) saat ia ikut dalam demonstrasi ‘Great March of Return’ di dekat pagar perbatasan Gaza. Ia ditembak snipers ‘Israel’ saat sedang berdiri ratusan meter jauhnya dari para serdadu Zionis dan tidak bersikap mengancam jiwa siapapun, ungkap para saksi mata.

Abu Ateiwi, petugas kebersihan di kamp pengungsi Nuseirat, menghembuskan nafas terakhirnya setelah snipers ‘Israel’ menembaknya dari jarak sekitar 400 meter. Ia adalah ayah dari tujuh putra dan putri, di antara mereka empat anak-anak, yang paling bungsu berusia lima tahun.

Saksi mata Mahmoud Jaber yang ada di tempat kejadian pembunuhan itu menyatakan bahwa hari itu militer ‘Israel’ menargetkan para pendemo dengan serentetan tembakan acak menggunakan peluru tajam dan gas airmata.

Foto: PIC

Foto: PIC

“Saya melihat seorang pemuda terluka di kakinya, sekitar delapan meter dari tempat saya berdiri dan 350 meter jauhnya dari pagar perbatasan yang dibangun ‘Israel’. Tak lama sesudahnya, sebuah peluru menembus leher Abu Ateiwi. Ia langsung terjatuh ke tanah,” tambahnya.

“Puluhan pemuda berlarian karena takut akan terbunuh, sebelum mereka kembali ke tempat kejadian dan menggotong korban ke ambulans. Ia dalam kondisi kritis dan dinyatakan tewas sesaat setelah tiba di rumah sakit,” menurut para saksi mata.

Adik lelaki korban, Mohamed, mengatakan Abu Ateiwi adalah pria yang sederhana dan seperti ribuan warga Palestina, ia bergabung dalam demonstrasi damai untuk menyuarakan hak kembali rakyatnya.

Foto: PIC

Foto: PIC

“Abang saya ditembak mati ketika sama sekali tak bersikap mengancam serdadu ‘Israel’. ia dibunuh saat ia dengan damai berkumpul dengan para pendemo lainnya. Kejahatan ini merupakan tanda kebangkrutan moral ‘Israel’. Berani-beraninya mereka membunuh para demonstran yang melakukan aksi damai?” katanya.

“Anak-anaknya kini menjadi yatim. Ia merupakan satu-satunya pencari nafkah di keluarga,” ungkap adiknya.

Atasan Abu Ateiwi, Ismail al-Muqadma, mengatakan Ateiwi merupakan tipe orang yang disiplin dan baik hati.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: PIC

Foto: PIC

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kesehatan Tawanan Palestina di Penjara ‘Israel’ Memburuk
511 Tawanan Palestina Jalani Hukuman Seumur Hidup di Penjara Penjajah Zionis »