Seorang Warga Palestina Gugur dalam Demonstrasi Jum’at Terakhir Sebelum Peringatan Nakba

12 May 2018, 14:07.
Jabir Abu Mustafa (40) gugur dalam aksi “Great March of Return” di Jalur Gaza pada 11 Mei 2018. Foto: Al-Quds/Twitter

Jabir Abu Mustafa (40) gugur dalam aksi “Great March of Return” di Jalur Gaza pada 11 Mei 2018. Foto: Al-Quds/Twitter

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Serdadu Zionis ‘Israel’ membunuh seorang pria Palestina dan melukai sekitar 170 lainnya, kemarin (11/5), ketika ribuan warga Gaza berdemonstrasi pada Jum’at terakhir sebelum pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Baitul Maqdis dan peringatan 70 tahun Nakba pekan depan.

Pekan ini sekali lagi gerombolan serdadu Zionis melakukan kekerasan dengan menembakkan amunisi tajam, peluru berlapis karet dan gas airmata ke arah para demonstran yang berpartisipasi dalam aksi “Great March of Return”.

Jabir Abu Mustafa menjadi korban kebiadaban serdadu Zionis yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap demonstran tak bersenjata. Pria berusia 40 tahun itu gugur ketika berdemo di Khan Younis, bagian selatan Gaza, ungkap petugas medis.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sedikitnya 48 orang terluka sejak pukul 4 sore waktu setempat termasuk dua wartawan, salah satunya diidentifikasi sebagai Yasser Qudah yang secara jelas memakai rompi bertanda “PERS”. Sekitar 16 orang juga ditembak amunisi tajam oleh serdadu Zionis.

Selama enam pekan terakhir, lebih dari 6.800 warga Gaza terluka selama demonstrasi dan sedikitnya 49 orang gugur oleh serdadu Zionis.

Keprihatinan juga meningkat atas jenis luka yang diakibatkan oleh serdadu Zionis. Lebih dari 2.000 orang cedera akibat tembakan serdadu Zionis yang menggunakan “peluru kupu-kupu”. Yakni, peluru yang meledak setelah masuk dan bersarang di tubuh korban sehingga mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada jaringan tubuh. Para dokter Gaza menyatakan, mereka belum melihat luka parah seperti itu sejak operasi “Protective Edge” ‘Israel’ di Gaza pada 2014.

Penggunaan kekuatan tidak seimbang serdadu ‘Israel’ selama aksi protes memicu kritikan internasional dan tuntutan penyelidikan independen – yang tentu saja ditolak ‘Israel’. LSM internasional, Save the Children mengecam serdadu Zionis yang menargetkan anak-anak di bawah umur Palestina di Gaza dan menegaskan bahwa lebih dari 700 anak terluka. Dari jumlah tersebut sekitar 250 ditembak oleh peluru tajam.

Terlepas dari kematian dua waratawan dan terlukanya sekitar 70 lainnya oleh serdadu Zionis, Kepala Kantor Informasi Pemerintah Palestina di Gaza, Salama Marouf, mengumumkan pekan ini ada peningkatan signifikan terkait jumlah wartawan asing yang mengunjungi Gaza sejak dimulainya “Great March of Return”.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Seorang demonstran Palestina yang terluka digotong oleh para anggota tim kesehatan setelah terluka akibat intervensi serdadu Zionis dalam demonstrasi “Great March of Return” di Khan Younis, Gaza, 11 Mei 2018. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Seorang demonstran Palestina yang terluka digotong oleh para anggota tim kesehatan setelah terluka akibat intervensi serdadu Zionis dalam demonstrasi “Great March of Return” di Khan Younis, Gaza, 11 Mei 2018. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Seorang warga Palestina dibawa dengan tandu setelah terluka oleh serdadu Zionis, ketika ikut serta dalam “Great March of Return” di Khan Younis, Gaza, 11 Mei 2018. Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Seorang warga Palestina dibawa dengan tandu setelah terluka oleh serdadu Zionis, ketika ikut serta dalam “Great March of Return” di Khan Younis, Gaza, 11 Mei 2018. Mustafa Hassona/Anadolu Agency

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Larang Imam Masjidil Aqsha Masuk ke Tepi Barat
Penjajah Zionis Larang Adzan Berkumandang di Baitul Maqdis Saat Pembukaan Kedubes AS »