Penjajah Zionis Larang Adzan Berkumandang di Baitul Maqdis Saat Pembukaan Kedubes AS

12 May 2018, 15:04.
Pemandangan Kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis pada 23 Juli 2017. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Pemandangan Kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis pada 23 Juli 2017. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Penjajah Zionis melarang adzan berkumandang di Baitul Maqdis saat upacara pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Senin (14/5) nanti. Selain melarang adzan, penjajah Zionis juga membuat pengaturan keamanan skala besar menjelang pemindahan Kedubes AS ke Baitul Maqdis dan peringatan Hari Nakba pekan depan.

Menurut media ‘Israel’, Channel 2, pada Senin –ketika Kedubes AS dibuka di Baitul Maqdis terjajah– pihak keamanan Zionis berencana menyebar para penembak jitu (snipers) dan mengerahkan helikopter untuk mengawasi daerah sekitar kedubes.

Sejumlah faksi Palestina menyerukan mogok massal pada Senin nanti.

Desember lalu, Presiden AS Donald Trump mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibukota negara palsu ‘Israel’ dan mengumumkan bahwa ia akan memindahkan kedubes negaranya ke kota suci itu.

Channel 2 juga memberitakan bahwa Senin nanti lebih dari 20.000 pemukim ilegal Yahudi berencana mengelilingi Kota Tua Baitul Maqdis yang terjajah sebelum menyerbu Tembok Al-Buraq (yang disebut kaum Yahudi Tembok Ratapan) dengan membawa bendera ‘Israel’.

Warga Palestina akan memperingati Hari Nakba – hari ketika hampir sejuta warga Palestina diusir paksa keluar dari rumah-rumah mereka untuk memberi jalan bagi pembentukan negara palsu ‘Israel’ – pada Selasa, 15 Mei.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Seorang Warga Palestina Gugur dalam Demonstrasi Jum’at Terakhir Sebelum Peringatan Nakba
Dengan Izin Allah, Keluarga Dawabsheh Selamat dari Serangan Pembakaran Kedua »