Dengan Izin Allah, Keluarga Dawabsheh Selamat dari Serangan Pembakaran Kedua

12 May 2018, 17:02.
Kerusakan di dalam rumah keluarga Dawabsheh di desa Duma dekat Nablus di Tepi Barat terjajah. Foto: Reuters

Kerusakan di dalam rumah keluarga Dawabsheh di desa Duma dekat Nablus di Tepi Barat terjajah. Foto: Reuters

NABLUS, Sabtu (Middle East Eye | Middle East Monitor): Masih ingat tragedi yang menimpa keluarga Dawabsheh tiga tahun lalu? Keluarga ini menjadi korban serangan pembakaran oleh para pemukim ilegal Yahudi yang langsung menewaskan bayi Ali (18 bulan) pada 30 Juli 2015. Sementara ayah dan ibu bayi Ali, Saad dan Riham Dawabsheh, meninggal dunia tak lama kemudian karena luka bakar parah yang mereka derita. Satu-satunya korban selamat adalah Ahmad, abang bayi Ali, yang juga menderita luka bakar parah di lebih dari 60 persen tubuhnya sehingga mengurangi mobilitasnya.

Kemarin pagi (11/5) para pemukim ilegal Yahudi kembali membakar rumah milik keluarga Dawabsheh lainnya di desa Duma dekat kota Nablus, Tepi Barat terjajah. “Segerombolan pemukim ilegal Yahudi menyerang rumah saya pada waktu subuh, menghancurkan jendela dan melemparkan bom Molotov ke dalam sebelum melarikan diri dari tempat kejadian,” kata Yasser Abdel Fattah Dawabsheh.

“Alhamdulillah, saya bisa mendengar mereka ketika mereka menyerang, jadi saya bisa mengevakuasi seluruh keluarga saya keluar dari rumah,” katanya. “Kru pemadam kebakaran bereaksi cepat dan memadamkan api sebelum seluruh rumah hangus terbakar.”

Terlepas dari reaksi cepat pemadam kebakaran itu, Anwar Dawabsheh, kerabat Yasser, mengatakan bahwa keluarga tersebut hampir tidak selamat ketika mereka tidak bisa mengakses satu-satunya jalan ke luar dari rumah.

“Ruang tamu terbakar setelah para pemukim ilegal Yahudi melemparkan bom Molotov, dan mereka tidak bisa mencapai pintu keluar,” katanya. “Api mulai menyebar ke ruang tidur, di mana anak-anak sedang tertidur dan kamar mandi.”

Akhirnya, kata Anwar, Yasser menerobos tembok yang terbuat dari eternit, yang memisahkan rumahnya dengan rumah orangtuanya di sebelah, dan keluarga tersebut bisa menyelamatkan diri.

“Butuh waktu lima menit untuk melakukan pembakaran. Yasser dan keluarganya masih syok, serta tidak bisa percaya bahwa empat anak mereka, yang sulung berusia tujuh tahun, masih hidup,” kata Anwar. “Antara mereka dan kematian hanya sesaat. Mereka selamat dengan menakjubkan, alhamdulillah. Warga Duma bergegas menyelamatkan mereka setelah 10 hingga 15 menit serangan.”

Anwar menyatakan ia yakin para pemukim ilegal Yahudi itu melarikan diri melalui kebun zaitun yang mengelilingi rumah kerabatnya.

Sejak terjadinya insiden pertama, tiga tahun lalu, warga Duma di dekat kota Nablus membentuk kelompok-kelompok sukarela untuk menjaga desa mereka dari serangan-serangan pembakaran oleh para pemukim ilegal Yahudi.* (Middle East Eye | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Larang Adzan Berkumandang di Baitul Maqdis Saat Pembukaan Kedubes AS
70 Tahun Nakbah; Cita-cita Pulang Kampung Rakyat Palestina »