Senyum Centil Setan dan Darah Syuhada Gaza

15 May 2018, 00:11.
Foto: AFP/Reuters

Foto: AFP/Reuters

oleh Ahmad Dawamul Muthi

Peneliti ISA (Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian)

MALAYSIA, Selasa (ISA | Sahabat Al-Aqsha): Cukup. Lebih dari cukup. 70 tahun sudah, jutaan rakyat Palestina sebagai pemilik asli tanah Palestina terluntang-lantung sebagai pengungsi. Karena itulah, di perbatasan Gaza, aksi Great Return March mencapai puncaknya. Tekad mereka untuk pulang kampung di peringatan ke-70 hari Bencana Besar Nakbah yakni 15 Mei, dipercepat menjadi 14 Mei 2018. Bertepatan dengan diresmikannya Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jerusalem (Baitul Maqdis).

On behalf of the 45th President of the United States of America, we welcome you officially, and for the first time, to the Embassy of the United States, here in Jerusalem, the capital of Israel,” ucap Ivanka Trump sambil senyum-senyum centil saat meresmikan Kedubes AS di Jerusalem. Sementara di perbatasan Gaza, di saat yang sama, korban terus berjatuhan. Terus bertambah.

Pantaulah lini masa media sosial, pantaulah apa yang sedang diperjuangkan saudara-saudara kita. Buka www.twitter.com/sahabatalaqsha. Dalam hitungan detik, angka jumlah warga Palestina yang menjadi korban kebrutalan serdadu Zionis terus bertambah. Hanya dalam satu hari, 14 Mei 2018, hingga pukul 23.00 WIB sudah tercatat 53 warga Palestina gugur sebagai syuhada insya Allah, dan hampir 1.000 orang terluka karena tembakan. Korban warga Palestina yang gugur sejak awal aksi Great Return March (30 Maret 2018) bahkan sudah lebih dari 90 orang.

Ini bukan lagi soal angka semata. Mereka yang merangsek ke hadapan perbatasan, memang tahu bahwa snipers serdadu Zionis ‘Israel’ sedang mengacungkan moncong senjatanya ke kepala dan jantung mereka. Mereka siap melepas dunia fana ini demi jihad fii sabilillah, memperjuangkan kehormatan agama Islam.

Sebab 70 tahun sudah, segala cara telah dilakukan. Perjanjian damai? Mediasi? Negosiasi? Resolusi PBB? Deklarasi Hak Asasi Manusia? Adakah yang berhasil? Tidak! Karena itu, Dr. Aminurrasyid Yatiban, Direktur Institute Of Excellence For Islamicjerusalem Studies (IEIJS) di Malaysia mengatakan, “Enough is enough. Kita tidak akan bisa berharap pada negosiasi, mediasi, dan sebagainya. Kini saatnya mencontoh perjuangan yang dilakukan Umar bin Khattab dan Shalahuddin al-Ayyubi dalam membebaskan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis. Perjuangan Umar dan Shalahuddin adalah dengan mempersatukan umat Islam. Bahwa ini bukanlah perjuangan atas dasar kebangsaan, melainkan perjuangan umat Islam.”

Ahmad Ayesh, juru bicara Great Return March juga menegaskan, “Persoalan Masjidil Aqsha adalah persoalan umat Islam. Karena Allah perjalankan Nabi Muhammad dalam Isra Mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke sidratul muntaha. Jika Allah berkehendak, sebenarnya bisa saja membawa Nabi Muhammad dengan rute Masjidil Haram langsung ke sidratul muntaha, dan langsung pulang dari sidratul muntaha ke Masjidil Haram. Akan tetapi, Allah perjalankan Nabi Muhammad ke Masjidil Aqsha terlebih dahulu. Ini merupakan pesan mendalam bahwa Masjidil Aqsha sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia.”

“Jadi apa yang harus kita lakukan? Bersatu padu, sebagai satu umat yang kokoh. Membuat rencana strategis dalam membebaskan Baitul Maqdis, itulah yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam,” seru Dr. Aminurraasyid menutup seminar ‘Nakbah – The Largest Human Tragedy’ di UTM Malaysia 13 Mei 2018.

Maka, di tengah angka-angka korban di Palestina terus bergulir bertambah, di tengah darah terus mengalir, inilah saatnya umat Islam bersatu. Meneriakkan bahwa, “Cukup!” Tidak ada lagi toleransi untuk kebiadaban dan kebrutalan ini. Para petinggi Amerika Serikat dan ‘Israel’ boleh saja tertawa saat meresmikan Kedutaan Besar AS di tanah suci umat Islam sebagai bentuk penghinaan. Akan tetapi, darah syuhada yang mengalir demi membela agama Allah tidak akan sia-sia. Allah akan memuliakan para syuhada fii sabilillah tersebut, insya Allah. Pun, Allah akan berkali lipat menghinakan siapa pun yang menghinakan agama-Nya.* (ISA | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mogok Massal di Gaza Jelang Nakba
Saat Kedubes AS Dibuka di Baitul Maqdis, Penjajah Zionis Bunuhi 58 dan Lukai 2.700 Orang di Gaza »