Tokoh Rasis Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Baitul Maqdis

15 May 2018, 13:31.
Foto: AFP

Foto: AFP

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Selasa (Forward): Selama lebih dari satu abad, warga Palestina telah berupaya untuk meyakinkan dunia bahwa Zionisme pada dasarnya rasis. Kini mereka (penjajah Zionis) memiliki sekutu baru yang kuat: Donald Trump.

Di antara warga Amerika yang hadir dalam pembukaan kedubes AS di Baitul Maqdis adalah duta besar Trump untuk ‘Israel’, David Friedman, yang pada 2015 menyarankan pelucutan kewarganegaraan warga Arab yang tinggal di wilayah Palestina terjajah yang menurut pendapat Friedman dianggap “menghasut”. Pada tahun yang sama, Friedman mendesak “imigran Muslim” yang ke AS “diwajibkan –sebagai bagian dari surat permohonan mereka– setuju untuk transparan berkenaan dengan semua aktivitas internet dan telekomunikasi. Aktivitas apapun di Facebook, Google, Twitter dan media sosial lainnya atau portal-portal komunikasi, termasuk yang anonim atau memakai identitas alternatif, harus bersedia untuk diperiksa.”

Jewish Telegraphic Agency pekan ini juga memberitakan bahwa badan amal Friedman telah berdonasi ke kelompok pemukim ilegal Yahudi rasis yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Amerika Serikat (organisasi tersebut memperdebatkan klaim itu).

Di antara warga Amerika lain yang hadir adalah donatur kampanye Trump, Sheldon Adelson, yang menyatakan bahwa seluruh teroris adalah Muslim.

Sementara yang memimpin pemberkatan adalah pastur Robert Jeffress, yang mengatakan “Islam itu sebuah penindasan” dan “agama jahat” yang “mempromosikan pedofilia.”

Saat tiba untuk perayaan pembukaan kedubes, para pemimpin delegasi Amerika, Jared Kushner dan Ivanka Trump, menerima berkat dari Ketua Rabi Sephardi, Yitzhak Yosef, yang pada 2016 menyatakan bahwa non-Yahudi tidak berhak tinggal di tanah ‘Israel’ dan pada 2018 menyebut orang kulit hitam: “monyet”.

Trump sendiri menerima semacam berkat berbeda dari tim sepakbola Beitar Jerusalem, yang menamakan kembali diri mereka Beitar Trump Jerusalem untuk menghormati pemindahan kedubes AS. Beitar merupakan satu-satunya tim di liga utama ‘Israel’ yang tidak pernah memiliki pemain Arab. Para pendukungnya terkenal gemar meneriakkan slogan-slogan anti-Arab dan ketika para pemain berkulit hitam tampil di lapangan, mereka membuat suara-suara monyet.* (Forward | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Turki Umumkan 3 Hari Berkabung atas Gugurnya Syuhada di Gaza
Amerika Serikat Buka Kedubes di Baitul Maqdis, Inilah Negara-negara yang Hadir »