Pengamat Politik: Veto AS ‘Lampu Hijau’ bagi Penjajah Zionis Teruskan Serangan

4 June 2018, 22:23.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

KOTA GAZA, Senin (Anadolu Agency): Keberpihakan Amerika Serikat mendorong penjajah Zionis untuk melanjutkan serangan-serangannya. “’Israel’ akan menghentikan kejahatan-kejahatannya terhadap warga Palestina jika Washington menghentikan dukungan kuatnya,” ungkap Akram Attalah, seorang pengamat politik Palestina, kepada Anadolu Agency kemarin (3/6).

Jum’at lalu, Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam kekerasan ‘Israel’ dan menuntut “perlindungan bagi rakyat Palestina” di Gaza dan Tepi Barat. Sepuluh negara memberikan suara mendukung rancangan resolusi Kuwait, sementara Britania Raya, Polandia, Belanda dan Etiopia abstain.

“’Israel’ akan membatasi perilaku kriminalnya terhadap warga Palestina jika AS tidak menggunakan hak veto,” ungkap Attallah.

Ia mengatakan hak veto AS memberikan ‘Israel’ lampu hijau untuk melanjutkan agresinya terhadap warga Palestina.

“’Israel’ tahu tidak akan dihukum oleh komunitas internasional dan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak akan mengeluarkan kecaman apapun selama pemerintahan Trump menggunakan hak veto itu untuk kepentingannya,” tambahnya.

Resolusi, yang direvisi tiga kali dan kabarnya telah “diperlunak”, sebelumnya menuntut perlindungan internasional bagi rakyat Palestina.

Draf akhir menuntut “pertimbangan langkah-langkah untuk menjamin keselamatan dan perlindungan penduduk sipil Palestina di Wilayah Palestina Terjajah, termasuk di Jalur Gaza”.

Sejak 30 Maret lalu, lebih dari 120 warga Palestina gugur dan ribuan lainnya cedera oleh tembakan serdadu Zionis saat demonstrasi “Great March of Return” di dekat pagar keamanan Gaza dan wilayah Palestina terjajah 1948 yang kini diklaim sebagai ‘Israel’.

Pengamat politik Palestina Walid al-Mudalal menyatakan, veto Amerika Serikat memberikan ‘Israel’ kekebalan terhadap penuntutan karena membunuh sejumlah pengunjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza.

“Itu memberikan ‘Israel’ jaring pengaman dan melindunginya dari penuntutan,” kata al-Mudalal, seorang profesor ilmu politik di Universitas Islam di Gaza, kepada Anadolu Agency.

Ia mengatakan dukungan Amerika yang tak tergoyahkan untuk ‘Israel’ dimulai pada tahun 1940-an.

“Akan tetapi, dukungan ini mencapai puncaknya pada pemerintahan AS saat ini,” tegasnya.

AS telah menggunakan hak veto lebih dari 40 kali terhadap resolusi-resolusi pro-Arab dan Palestina sejak Dewan Keamanan PBB didirikan pada 1945.

Pada 1972, Washington menggunakan hak veto untuk kali pertama demi menggugurkan resolusi PBB yang mengecam serangan ‘Israel’ di Lebanon.

Pada 1988, AS menggunakan delapan hak veto untuk menggugurkan resolusi-resolusi PBB terhadap ‘Israel’.

“Sejak dia berkuasa, Trump ikut serta dalam kejahatan ‘Israel’ terhadap warga Palestina,” kata Mekhaimar Abu Saada, seorang profesor ilmu politik di Universitas Al-Azhar yang berkedudukan di Gaza, kepada Anadolu Agency.

Ia mengatakan pemerintahan Trump tidak akan menjadi “penengah yang adil” dalam setiap pembicaraan damai antara Palestina dan ‘Israel’.

“Veto AS untuk menggugurkan resolusi yang melindungi warga Palestina merupakan lampu hijau bagi ‘Israel’ untuk melakukan kejahatan-kejahatan baru terhadap rakyat Palestina,” katanya.* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Akan Bangun Permukiman Ilegal Baru di Dekat Gaza
Pengamat: Lobi Yahudi yang Bikin Lira Jatuh »