‘Sudah Cukup Ketidakadilan, Penindasan, Keangkuhan’

12 June 2018, 17:16.
Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

GAZA, Selasa (PIC | Middle East Monitor): Warga Palestina Haitham Abu Sabla (23) mempraktikkan hak yang dijamin oleh seluruh hukum dan piagam internasional dengan ambil bagian dalam demonstrasi damai yang menuntut hak untuk kembali ke negerinya, tempat leluhurnya diusir. Ia menyeru pada seluruh dunia untuk mencabut blokade yang diberlakukan atas Gaza, dengan meneriakkan: “Sudah cukup ketidakadilan, penindasan dan keangkuhan.”

Ke timur desa Khuza’a, timur Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza, pria 23 tahun itu bersama dengan ribuan wanita, anak-anak, pria dan lansia Palestina menuntut hak-hak mereka, martabat mereka, tanah mereka dan Baitul Maqdis mereka.

Seiring berjalannya waktu, dan dengan berlalunya setiap detik, seseorang jatuh ke tanah setelah ditembak snipers ‘Israel’, menceritakan tentang kisah kepahlawanan, penyelamatan, dan persatuan, serta menyebabkan sebuah pertempuran epik dengan musuh yang tidak menghargai etika atau hukum.

Tak terduga, Haitham Abu Sabla ditembak dengan tabung gas airmata yang menembus wajah dan mulutnya, mematahkan giginya, dan membuka celah di wajahnya, serta menempatkannya dalam kondisi kritis di RS Nasser di Khan Younis.

Penjajah Zionis menyatakan menggunakan gas airmata sebagai langkah tidak mematikan terhadap demonstran di perbatasan Gaza. Akan tetapi, nyatanya proyektil yang diluncurkan serdadu Zionis di perbatasan mengenai wajah Abu Sabla, ungkap para saksi. Seperti yang terlihat di foto-foto yang diabadikan oleh Anadolu Agency dan wartawan foto Reuters Ibraheem Abu Mustafa, pria 23 tahun itu terhuyung-huyung dengan tabung gas yang menancap di pipinya, kausnya berlumuran darah, sebelum akhirnya kolaps.

Petugas di rumah sakit menyatakan, Abu Sabla dalam kondisi kritis setelah tabung itu diangkat lewat operasi.

Abu Mustafa menguraikan: “Seorang serdadu Zionis muncul dari sebuah jip militer dan menembakkan bom gas airmata…dan demonstran mulai berlarian. Mereka mulai berlari lebih jauh ke belakang dan ada salah seorang dari mereka yang mengeluarkan gas dari wajahnya. Dia berlari tepat di depan saya.”

“Saya mulai memotretnya saat ia berlari, sebelum ia jatuh ke tanah dan tim medis buru-buru menolongnya. Terlihat menakutkan, seorang pria dengan asap dan gas yang berasal dari dalam wajahnya.”

Abang Abu Sahla, Mahmoud, menyatakan mereka berdua sudah biasa mengikuti demonstrasi di perbatasan Gaza sejak demonstrasi damai “Great March of Return” diluncurkan pada 30 Maret lalu.

“Sebuah keharusan bagi kami untuk pergi. Kami tidak pernah melewatkan satu Jum’at pun,” katanya.* (PIC | Middle East Monitor)

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: Ashraf Amra/Anadolu Agency

Foto: PIC

Foto: PIC

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Tutup Masjid Ibrahimi, Tak Jelas Kapan Akan Dibuka Kembali
Netanyahu Diperiksa Penyidik dalam Kasus Korupsi Telekomunikasi »