Penjajah Zionis Tuduh Relawan Turki Bantu Hamas, Ankara Janji Akan Balas ‘Israel’

9 July 2018, 17:37.
Foto: Twitter (@JihatG)

Foto: Twitter (@JihatG)

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Senin (Reuters | Middle East Monitor): Penjajah Zionis ‘Israel’ pada Ahad (8/7) menuntut relawan Turki, Ebru Ozkan (27), dengan tuntutan menyelundupkan uang dan paket-paket ke gerakan perlawanan Islam Hamas. Kasus ini membuat Ankara marah dan bersumpah untuk membalas dendam.

Ozkan ditangkap gerombolan serdadu Zionis di Bandara Ben Gurion pada 11 Juni lalu ketika ia hendak kembali ke Turki. Salah satu tuntutan yang diajukan ‘Israel’ adalah Ozkan dituding menyelundupkan lima botol parfum untuk dijual sebagai upaya untuk mengumpulkan dana bagi Hamas. Tudingan yang dicemooh oleh pengacara Ozkan, ia menegaskan seharusnya Ozkan dibebaskan.

Ozkan dibawa dengan diborgol ke pengadilan militer ‘Israel’ di perbatasan Tepi Barat terjajah, dimana ia dituntut atas dua kasus, yakni karena dituduh mentransfer uang untuk Hamas dan mengancam ketertiban umum. Jika divonis bersalah, ia bisa mendekam beberapa tahun di penjara.

Merespon tuntutan tersebut, pengacara Ozkan, Omara Khamaisi mengatakan pada Reuters di luar pengadilan: “Yang benar saja.”

Khamaisi menyatakan Ozkan sempat cukup lama tidak diberikan akses ke penasihat hukum dan belum diinterogasi dalam bahasa Turki. Hal itu menyebabkan penyimpangan dalam cara ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang direkam. Tuntutan penjajah Zionis juga tidak memberikan penjelasan secara spesifik tentang di mana dugaan pelanggaran terjadi.

Keluarga Ozkan menolak seluruh tudingan penjajah Zionis. Ayten Ozkan, ibunda Ebru Ozkan, menyatakan putrinya sebelumnya telah dua kali ke Baitul Maqdis. “Putri saya sangat mencintai Baitul Maqdis. Ia mencintai masyarakat dan anak-anak di sana,” kata Ayten.

Saudari Ebru, Elif Ozkan menyatakan, “Ini benar-benar penangkapan sewenang-wenang. Semua itu klaim tidak berdasar,” kata Elif. Elif menyatakan, Ebru ke Baitul Maqdis untuk menikmati bulan suci Ramadhan di sana. “Ketika pergi ke sana ia membawa suvenir, seperti permen, balon dan buku mewarnai untuk anak-anak. Ia sangat senang bisa memberikan semua barang itu kepada mereka.”

Ditanya mengenai kasus Ozkan pada Jum’at (6/7) lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuding ‘Israel’ “melakukan hal itu untuk membuat jera warga Turki yang bepergian ke Baitul Maqdis.”

“Akan tetapi, kami akan membalas ini. Hubungan kami akan normal ketika ‘Israel’ menghentikan kebijakan-kebijakan tak berperikemanusiaannya,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.

Turki dan ‘Israel’ pernah memiliki kemitraan keamanan. Akan tetapi, hubungan itu memburuk selama sepuluh tahun terakhir karena Ankara mengecam tiga perang ‘Israel’ di Gaza. Hubungan keduanya retak setelah pasukan komando ‘Israel’ menyerbu armada bantuan Turki yang berusaha mencapai Gaza pada 2010, yang menewaskan sembilan aktivis.* (Reuters | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Twitter (@JihatG)

Foto: Twitter (@JihatG)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas Tolak Rencana yang Akan Pisahkan Gaza dari Tepi Barat
Eks-Komandan: ‘Israel’ Tidak Akan Dapat Apapun Jika Kembali Serang Gaza »