‘Rakyat Palestina Tak Terima Menteri Zionis Nistakan Masjidil Aqsha’

10 July 2018, 17:55.
Syaikh Kamal Al-Khatib, mantan Wakil Pemimpin Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah 1948. Foto: Dokumentasi MEMO

Syaikh Kamal Al-Khatib, mantan Wakil Pemimpin Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah 1948. Foto: Dokumentasi MEMO

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Syaikh Kamal Al-Khatib, mantan Wakil Pemimpin Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah 1948 pada Ahad (8/7) lalu, menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menerima penistaan terhadap Masjidil Aqsha oleh para menteri Zionis ‘Israel’, demikian pemberitaan Quds News. “Warga Palestina tidak akan mengangkat bendera putih terkait masalah ini,” kata Al-Khatib.

Dalam keterangan pers, Al-Khatib menyatakan bahwa pelanggaran seperti itu akan menjadi jalan bagi tindakan “paling berbahaya” ‘Israel’ terhadap Masjidil Aqsha. Oleh karena itu, ia menyerukan seluruh warga Palestina untuk meningkatkan kunjungan dan kehadiran mereka di tempat suci ketiga ummat Islam itu untuk mengikis rencana-rencana ‘Israel’ mengambil alih Al-Haram Al-Syarif (kaum Yahudi menyebutnya Temple Mount), yang meliputi penghancuran Al-Aqsha dan Qubbah Al-Sakhrah (Dome of the Rock), serta pembangunan kuil sebagai gantinya.

Ahad (8/7) lalu, Menteri Pertanian Zionis Uri Ariel menerobos masuk ke Al-Haram Al-Syarif, yang merupakan kunjungan pertama oleh seorang pejabat ‘Israel’ sejak tahun 2015. Demikian Anadolu memberitakan hal itu.

Langkah Ariel ini dilakukan setelah pencabutan larangan tiga tahun mengunjungi situs tersebut bagi pejabat pemerintah dan anggota Knesset.

Netanyahu mengumumkan larangan ini pada Oktober 2015 sebagai upaya untuk meredam protes di penjuru Tepi Barat terjajah, yang terjadi sebagai respon atas terus berulangnya serangan ke dalam Al-Aqsha oleh para ekstremis Yahudi. Sejak itu, ia mengizinkan para anggota Knesset mengunjungi kompleks Masjidil Aqsha setiap tiga bulan sekali, jelas media ‘Israel’.

Al-Khatib berjanji bahwa warga Palestina tidak akan pernah membiarkan rencana ‘Israel’ berhasil. Ia mengingatkan otoritas penjajah Zionis bahwa masalah Masjid Al-Aqsha adalah garis merah bagi rakyat Palestina dan Muslimin di seluruh dunia. Situasi sulit yang dihadapi warga Palestina dan wilayah tersebut tidak memengaruhi atau melemahkan rakyat ketika masalah itu terkait dengan Al-Aqsha, jelasnya.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Eks-Komandan: ‘Israel’ Tidak Akan Dapat Apapun Jika Kembali Serang Gaza
3 Anggota Parlemen Zionis Nodai Masjidil Aqsha »