Penjajah Zionis Masih Tawan Ratusan Anak Palestina

1 August 2018, 11:47.
Beginilah perlakuan serdadu Zionis terhadap anak-anak Palestina. Foto: Daily Sabah

Beginilah perlakuan serdadu Zionis terhadap anak-anak Palestina. Foto: Daily Sabah

ISTANBUL, Rabu (Daily Sabah): Seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan 291 anak Palestina kini mendekam di penjara-penjara ‘Israel’. Dalam pernyataannya Ahad (29/7) lalu, Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif PLO, menyatakan: “Kini ada sekitar 5.900 tawanan Palestina, termasuk 291 anak-anak di penjara-penjara ‘Israel’.”

Hal itu diungkapkan setelah ikon perlawanan Palestina Ahed al-Tamimi dan ibunya bebas setelah ditawan penjajah Zionis selama delapan bulan.

“’Israel’ terus menerus melanggar hak tawanan politik Palestina, sedangkan masyarakat internasional menutup mata terhadap perilaku ilegal dan perlakuan tidak manusiawi seperti itu,” kata Ashrawi.

Perlakuan penjajah Zionis terhadap anak-anak Palestina di tahanan militer menjadi perhatian masyarakat internasional. Kelompok-kelompok HAM internasional mengkritik cara ‘Israel’ menangani Tamimi, yang menempatkannya di bawah pengawasan sistem pengadilan militer ‘Israel’. Hal yang lazim dihadapi para pemuda Palestina di Tepi Barat terjajah. Serdadu Zionis seringkali melakukan operasi penangkapan besar-besaran di Tepi Barat terjajah dengan dalih mencari warga Palestina yang menjadi “buronan”.

Ahed Tamimi menjadi ikon internasional untuk perlawanan Palestina setelah ia terekam menampar serdadu Zionis saat terjadi penggerebekan di rumahnya. Serdadu Zionis menangkap gadis Palestina itu pada Desember 2017 setelah video yang menunjukkan ia menampar serdadu ‘Israel’ beredar luas. Kemudian, pengadilan ‘Israel’ menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara pada Maret atas “serangan” yang ia lakukan terhadap seorang serdadu Zionis.

Akhir-akhir ini, ‘Israel’ dikritik oleh lembaga HAM PBB atas pembunuhan demonstran di Gaza dan perlakuan terhadap warga Palestina, serta menyebut itu sebagai “kejahatan perang” berdasarkan Statuta Roma. Serdadu Zionis telah membunuh 25 anak Palestina di Tepi Barat terjajah dan Jalur Gaza yang terblokade sejak awal 2018, ungkap organisasi HAM non-pemerintah awal bulan ini.

Dalam keterangan pers, organisasi pembela anak-anak internasional DCI (Defense for Children International-Palestine) –yang membela hak anak-anak Palestina di wilayah Palestina terjajah– menegaskan penjajah Zionis bertanggung jawab atas kematian 25 anak itu. Dari jumlah tersebut, sekitar 21 dari mereka berasal dari Jalur Gaza. Itu jumlah untuk tahun ini saja. DCI menegaskan bahwa serdadu Zionis dengan sengaja membunuh anak-anak di bawah umur dengan amunisi tajam.

Menurut organisasi non-pemerintah itu, jumlah korban tewas termasuk 21 anak-anak yang ditargetkan secara langsung, 11 dari mereka ditembak di kepala atau leher. Menurut UNICEF, selama demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza yang terblokade, lebih dari 1.000 anak terluka oleh serdadu Zionis. UNICEF menjelaskan bahwa beberapa anak menderita luka parah yang berpotensi mengubah hidup, termasuk amputasi.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Jangankan Bertemu, Penjajah Zionis Tak Izinkan Bocah Dua Tahun Ini Lihat Ibunya
Terlibat Demonstrasi Anti-Penjajah, Mahasiswi Palestina Ini Divonis Tujuh Bulan Penjara »