Hamas: Penjajah Zionis Tawan Wartawan untuk Sembunyikan Kebijakan Rasisnya

1 August 2018, 14:45.
Warga Palestina berjalan di depan papan iklan yang didedikasikan untuk para wartawan yang tewas oleh serdadu Zionis di perbatasan Gaza-‘Israel’, di utara kota Gaza, pada 3 Mei 2018. Foto: Atia Darwish

Papan iklan yang didedikasikan untuk para wartawan yang gugur oleh serdadu Zionis di perbatasan Gaza-‘Israel’, di utara kota Gaza, pada 3 Mei 2018. Foto: Atia Darwish/Apaimages

LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Penjajah Zionis menargetkan wartawan Palestina untuk membatasi peliputan tentang kekejaman ‘Israel’ terhadap warga sipil di wilayah-wilayah terjajah, ungkap Hamas Senin (30/7) lalu.

Mengomentari penahanan empat wartawan Palestina dari kota Ramallah, Tepi Barat terjajah, Hamas mengungkapkan dalam pernyataan tertulis: “Kebijakan ‘Israel’ untuk menahan para wartawan adalah bukti bahwa penjajah takut para wartawan memberitakan penderitaan warga Palestina.”

Hamas juga menyatakan bahwa “langkah agresif ‘Israel’ terhadap para wartawan Palestina tidak akan menyembunyikan kenyataan. Sebaliknya, orang-orang bebas (wartawan) ini akan memperkuat kisah Palestina yang terkait dengan konflik Palestina-‘Israel’”.

Gerakan perlawanan Islam itu juga menyerukan masyarakat internasional untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan membela para wartawan Palestina, serta menjamin kebebasan mereka.

Sejumlah sumber menyatakan bahwa serdadu penjajah Zionis menyerbu rumah wartawan Alaa Al-Rimawi, Mohammed Olwan, Hosni Injas dan Qutaiba Hamdan, kemudian menahan mereka. Menurut sumber-sumber tersebut, serdadu Zionis menyita kamera mereka dan perlengkapan kerja lainnya, serta mobil Al-Rimawi dan Injas.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mufti Palestina: ‘Nyoblos dalam Pemilu Penjajah Zionis di Baitul Maqdis Itu Haram’
Intelijen ‘Israel’ Terlibat dalam Banyak Operasi Pembunuhan di Dunia »