Ditembak Sniper ‘Israel’, Empat Bersaudara Ini Tidak Bisa Berjalan Normal Lagi

3 August 2018, 20:35.
Foto: Middle East Monitor

Foto: Middle East Monitor

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Empat bersaudara yang tinggal di kamp pengungsi Al-Bureij di tengah Jalur Gaza tidak bisa berjalan tanpa alat bantu setelah ditembak snipers ‘Israel’ berunjuk rasa di perbatasan Gaza. Mohammed dan saudara kembarnya, Ahmed (29) serta Bilal (27), cukup beruntung; mereka bisa berjalan dengan kruk. Adik mereka yang lain, Said (19) harus menggunakan kursi roda setelah ditembak di kedua kakinya oleh serdadu Zionis.

Terlepas dari luka parah yang diakibatkan oleh “peluru kupu-kupu” serdadu Zionis, empat bersaudara itu tetap memiliki harapan untuk masa depan. “Peluru kupu-kupu” adalah peluru yang meledak setelah masuk dan bersarang di tubuh korban sehingga mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada jaringan tubuh. Luka mereka, tegas keempatnya, tidak akan mencegah mereka dari turut serta dalam demonstrasi menentang blokade Gaza dan menuntut hak sah mereka untuk kembali ke tanah mereka.

Said ditembak pada 30 Maret, saat hari pertama demonstrasi yang dijuluki “Great March of Return”. Akibat tembakan serdadu Zionis, ia harus menjalani lima pembedahan. Luka yang dideritanya membuat ia tidak bisa mengikuti ujian sekolah menengah umum. “Saya kehilangan satu tahun hidup saya,” jelasnya, “tapi saya tidak akan menyerah dan akan mengikuti ujian ketika kondisi saya lebih baik.”

Tiga saudara lainnya ditembak pada 11 Mei. Semuanya menjalani sejumlah pembedahan untuk luka mereka. Ahmed sendiri menjalani 14 pembedahan.

Mohammed adalah satu-satunya dari empat bersaudara itu yang sudah menikah; putrinya baru berusia di bawah dua tahun. Ia tinggal dengan istri dan putrinya dalam sebuah rumah kontrakan yang dia tidak mampu lagi membayar sewanya karena tidak bisa bekerja sejak tertembak. Saudara-saudara lelaki yang lain tinggal di rumah ibu mereka. Tidak ada seorang pun yang memiliki sumber penghasilan dan mereka tidak mungkin dapat kembali membuat batu bata karena kondisi fisik mereka saat ini.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, sejak awal demonstrasi “Great March of Return”, sekitar 155 orang gugur di Gaza dan lebih dari 17.000 lainnya cedera.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Buka Pusat Warisan Yahudi di Dekat Masjidil Aqsha
Penjajah Zionis Larang Ratusan Warga Palestina Keluar dari Gaza, Termasuk Penderita Kanker »