Penjajah Zionis Bombardir Gaza, 1 Gugur, 8 Terluka

9 August 2018, 13:58.
Serangan udara ‘Israel’ ke Gaza pada 8 Agustus. Foto: Reuters

Serangan udara ‘Israel’ ke Gaza pada 8 Agustus. Foto: Reuters

JALUR GAZA, Kamis (Middle East Eye): Serangan udara ‘Israel’ ke Gaza menewaskan seorang warga Palestina dan melukai delapan lainnya pada Rabu (8/8), ungkap Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza.

Penjajah Zionis berdalih, Hamas meluncurkan sekitar 70 roket ke ‘Israel’, sebagian besar roket dihadang oleh sistem pertahanan udara Iron Dome atau jatuh di daerah-daerah terbuka.

Roket-roket tersebut diluncurkan setelah terjadi konfrontasi antara para pejuang Hamas dan pasukan ‘Israel’ pada Rabu, di mana penjajah Zionis menyatakan telah menembaki titik-titik pertahanan Hamas.

Kementerian Kesehatan mengidentifikasi korban yang gugur adalah Ali al-Ghandour (30).

Selasa (7/8) lalu, dua warga Palestina gugur dalam serangan ‘Israel’ ke Gaza.

Padahal, Palestina dan ‘Israel’ kini berada pada “tahap lanjutan” negosiasi tidak langsung untuk meredakan ketegangan, ungkap seorang pejabat Hamas.

“Kami dapat mengatakan bahwa aksi yang dipimpin oleh PBB dan Mesir berada dalam tahap lanjutan dan kami berharap itu bisa menghasilkan beberapa kebaikan dari mereka,” kata Khalil Al-Hayya, wakil ketua Hamas di Gaza, kepada televisi Al-Jazeera.

“Yang dibutuhkan adalah pulihnya ketenangan di sepanjang perbatasan antara kita dan musuh (penjajah Zionis).”

Hayya menyatakan, para donatur asing mengumpulkan “ratusan juta dolar” untuk proyek listrik, air, kesehatan dan menumbuhkan lapangan pekerjaan di Gaza, tapi semua itu “membutuhkan stabilitas”.

Terlepas dari pembicaraan mengenai de-eskalasi, Hamas memperingatkan bahwa pihaknya siap melawan balik serangan ‘Israel’.

“Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, siap menghadapi agresi dan membela rakyatnya,” kata Issam Da’alees, pemimpin senior Hamas. “Musuh harus memahami bahwa tidak dapat secara sepihak memaksakan aturan konfrontasi dan harus menanggung konsekuensi kebodohannya.”

‘Israel’ ingin memperoleh kembali jenazah dua serdadunya yang tewas dalam perang terakhir di Gaza, dan ingin pembebasan dua pemukim ilegal Yahudi yang masuk ke Gaza, sebagai pertukaran untuk kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

Sementara itu, Hamas menuntut ‘Israel’ membebaskan para tawanan Palestina. “Kami ingin membebaskan para tawanan kami yang pemberani dan kami tidak keberatan untuk memulainya sekarang,” kata Hayya. “Biarlah itu menjadi kesepakatan pertukaran tawanan, tawanan (Palestina) dengan imbalan serdadu Zionis.”* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penyair Palestina: ‘Saya Akan Lebih Teguh dan Kuat Saat Keluar dari Penjara’
Dalam Sebulan, Hampir 4.000 Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjidil Aqsha »