Lembaga HAM Suriah Dokumentasikan Serangan Rusia terhadap Warga Sipil

1 November 2018, 14:14.
Foto: White Helmets via AP, dokumentasi

Foto: White Helmets via AP, Dokumentasi

BEIRUT, Kamis (AP): Lembaga hak asasi manusia (HAM) Suriah, Syrian Archive, pada Rabu (31/10) mengungkap telah mendokumentasikan lebih dari 1.400 insiden di mana pasukan Rusia secara membabi buta menargetkan warga sipil dan infrastruktur warga sipil dalam tiga tahun sejak intervensi Moskow dalam perang sipil di Suriah.

Lembaga yang berkedudukan di Berlin itu membuat basis data lebih dari 3.000 video insiden yang telah diuji kebenarannya, yang dilaporkan antara September 2015 –ketika Rusia memulai serangan udaranya atas nama pasukan Presiden Bashar Al-Assad– dan September 2018.

Hadi al-Khatib dari Syrian Archive menyatakan, basis data yang dapat dicari adalah dokumentasi visual pertama dari dugaan serangan udara Rusia di Suriah dan itu sangat penting untuk “mewujudkan keadilan”. Basis data –yang meliputi lebih dari 700 insiden di mana para korban sipil dan sekitar 35 rumah sakit diserang– bisa membantu para pengacara menuntut para pelaku kekerasan, kata Al-Khatib.

Basis data itu meliputi video-video dari warga, para wartawan, kelompok kemanusiaan dan bahkan Kementerian Pertahanan Rusia.

Rusia membantah menargetkan warga sipil dan seringkali menyatakan serangan-serangan udara itu mengarah pada “infrastruktur teroris.” Dalam laporan terbaru atas keterlibatannya selama tiga tahun di Suriah, militer Rusia mencatat sejumlah serangan udara dan jenis-jenis pesawat terbang, serta senjata yang digunakan, tapi tidak mengatakan apa pun tentang para korban.

Syrian Archive menyatakan telah mendokumentasikan dan membuktikan kebenaran sekitar 704 insiden di mana ada korban warga sipil akibat serangan udara Rusia. Video-video yang telah dibuktikan kebenarannya itu menunjukkan, sekitar 35 rumah sakit, 27 masjid, 23 sekolah dan 27 pasar dibombardir dalam serangan udara Rusia.

Dalam salah satu insiden, Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang mengidentifikasi sebuah target sebagai sebuah kilang minyak, yang setelah diselidiki lebih lanjut ternyata merupakan fasilitas pengolahan air, menurut laporan dan investigasi lainnya.

Lembaga itu juga mengidentifikasi 63 insiden di mana bom tandan alias cluster munitions (jenis senjata yang didesain untuk menyelimuti suatu kawasan dengan kekuatan ledakan yang dihasilkan oleh ratusan bom kecil) digunakan dan 39 insiden di mana senjata pembakar digunakan. Rusia membantah menggunakan senjata-senjata itu.

“Inti dari laporan ini adalah untuk mewujudkan keadilan,” kata al-Khatib. “Para pengacara bisa menggunakan data seperti ini, menguatkannya dengan bukti lainnya, untuk membangun kasus-kasus mereka.”

Syrian Archive telah bekerja untuk mendokumentasikan dan menjaga sejarah perang sipil, kemudian mengunggah sebagian besar di YouTube. Ketika raksasa teknologi itu memperkenalkan teknologi baru untuk mengendalikan konten kekerasan di internet, ratusan ribu video dari konflik Suriah tiba-tiba menghilang. Syrian Archive bekerja dengan YouTube untuk memulihkan kembali beberapa video dan memastikan video-video kekerasan ditandai dengan konten grafis.* (AP | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Departemen Pers Kementerian Pertahanan Rusia via AP, Dokumentasi

Foto: Departemen Pers Kementerian Pertahanan Rusia via AP, Dokumentasi

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Ilegal Yahudi Berpesta di Masjid Ibrahimi, Berusaha Bakar Warga Palestina
BDS: 15 Negara Arab, Islam Kerja Sama dengan Penjajah Zionis »