BDS: 15 Negara Arab, Islam Kerja Sama dengan Penjajah Zionis

1 November 2018, 14:16.
Demonstrasi di luar pertandingan tenis David Cup antara ‘Israel’ dan Afrika Selatan, di Pretoria, Afrika Selatan pada 3 Februari 2018. Foto: Facebook/bdssouthafrica

Demonstrasi di luar pertandingan tenis David Cup antara ‘Israel’ dan Afrika Selatan, di Pretoria, Afrika Selatan pada 3 Februari 2018. Foto: Facebook/bdssouthafrica

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Organisasi kampanye global anti-‘Israel’ Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) mengungkapkan, sekitar 20 persen negara-negara Arab dan Islam memiliki hubungan diplomatik dengan ‘Israel’.

“Sembilan negara Arab memiliki hubungan diplomatik penuh dengan penjajah Zionis ‘Israel’, sementara enam lainnya menjalani hubungan skala rendah dengan ‘Israel’.” Hal itu diungkapkan BDS dalam laporan terbaru berjudul “Realitas normalisasi di dunia Arab dan Islam.”

BDS memperingatkan negara-negara Arab mengenai “realitas berbahaya” akibat “normalisasi negara-negara Arab dengan ‘Israel’ yang belum pernah terjadi sebelumnya.” BDS menyerukan semua negara Arab dan Islam untuk menolak normalisasi dengan penjajah (‘Israel’) serta menekan mereka untuk mengakui hak-hak rakyat Palestina.

Organisasi anti-‘Israel’ itu menunjukkan bahwa terjadi “normalisasi formal dan informal” di seluruh kawasan Arab. BDS menuding beberapa negara yang terlibat “melakukan kejahatan yang tak termaafkan.”

“Rakyat Palestina tidak akan memaafkan siapa pun yang menormalisasi hubungan dengan entitas Zionis (‘Israel’),” tegas organisasi boikot itu.

BDS adalah gerakan yang dipimpin lembaga swadaya masyarakat Palestina untuk kemerdekaan, keadilan dan kesetaraan. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya memboikot penjajah ‘Israel’ di semua tingkat, menolak koeksistensinya dan negara-negara yang menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Lembaga HAM Suriah Dokumentasikan Serangan Rusia terhadap Warga Sipil
Bangladesh Akan Pulangkan Muslim Rohingya ke Myanmar Pertengahan November »