Kamp Rukban Terima Konvoi Bantuan PBB Pertama Sejak Januari

5 November 2018, 20:05.
Foto: Twitter (@AsaadHannaa)

Foto: Twitter (@AsaadHannaa)

QATAR, Senin (Al Jazeera | Middle East Eye): Konvoi bantuan PBB telah tiba di kamp pengungsi Rukban di Suriah, dekat perbatasan dengan Yordania, di mana ribuan orang telantar. Abu Abdullah, anggota dewan sipil yang mengelola kamp dan berkoordinasi dengan PBB untuk bantuan kemanusiaan pada Sabtu (3/11) lalu mengatakan, “Konvoi pertama telah memasuki kamp.”

Koordinator kemanusiaan PBB di Suriah, Ali Al-Za’tari, mengungkapkan situasi di kamp sangat kritis. Ini merupakan kali pertama sejak Januari, Muhajirin Suriah yang berada di sana mendapatkan bantuan.

“Kami mengirimkan makanan, pasokan sanitasi dan kebersihan, bantuan kesehatan dan nutrisi, serta barang-barang bantuan pokok lainnya bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Arab Suriah,” ungkap Al-Za’tari.

“Kami juga melakukan kampanye vaksinasi darurat untuk melindungi sekitar 10.000 anak-anak dari campak, polio dan penyakit mematikan lainnya.”

Ia menambahkan, meskipun tibanya bantuan Sabtu lalu merupakan langkah pertama yang baik, solusi jangka panjang diperlukan untuk Muhajirin di Rukban. “Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk terus membantu warga sipil yang tinggal dengan kondisi paling keras di sana,” katanya.

Bulan Sabit Merah menyatakan, lebih dari 70 truk membawa lebih dari 10.000 paket makanan dan tepung terigu, serta pakaian untuk 18.000 anak. Bantuan juga meliputi perlengkapan bayi yang baru lahir untuk 1.200 bayi, obat-obatan, pasokan medis serta suplemen nutrisi untuk anak-anak dan wanita.

Rukban –yang terletak di dekat pangkalan militer Amerika Serikat (AS) Tanf di padang pasir di mana perbatasan Suriah, Yordania dan Irak bertemu– merupakan tempat tinggal lebih dari 50.000 orang.

Bulan lalu, kamp diblokade di sisi perbatasan Suriah oleh tentaranya. Para penyelundup dan pedagang dilarang mengirimkan makanan ke kamp.

Kelompok-kelompok pemberontak yang didukung AS menguasai daerah tersebut, tapi ia berbatasan dengan perbatasan Yordania dan dikepung oleh tentara Suriah.

Menurut Madeline Edwards, penyunting di situs berita Syria Direct, kondisi di kamp menjadi lebih buruk selama sebulan terakhir. “Kondisi semakin memburuk setelah rute penyelundupan utama yang biasa digunakan untuk membawa pasokan medis dasar dan makanan ke kamp itu diputus,” kata Edwards kepada Al Jazeera.

“Kami melihat (di kamp) sangat kekurangan makanan, obat-obatan dan barang-barang pokok seperti susu bayi,” katanya, seraya menambahkan bahwa harga-harga barang yang masih tersedia di kamp meningkat tajam.

‘Mati perlahan’

Bulan lalu, warga kamp mengirimkan surat kepada PBB dan pemerintah Yordania untuk meminta bantuan pencabutan blokade yang membuat mereka “mati perlahan”.

“Anak-anak dan bayi-bayi sekarat karena blokade yang diberlakukan rezim Suriah dan sekutu-sekutunya. Jika kondisi ini berlanjut, kamp akan menjadi kuburan bagi warganya,” tulis mereka dalam surat tersebut.

Yordania telah memblokir bantuan yang melintasi perbatasannya setelah sempat mengizinkan pengiriman pada Januari melalui wilayahnya, dan menegaskan mereka tidak harus bertanggung jawab atas kondisi di kamp Rukban.

Menurut Edwards, Yordania menyatakan kamp itu merupakan masalah Suriah, sementara mereka yang terlibat dalam krisis Suriah saling menyalahkan satu sama lain.

Truk-truk bantuan PBB dijadwalkan mengirim bantuan ke Rukban seminggu lalu setelah memperoleh izin dari Damaskus, tapi ditunda dengan alasan logistik dan keamanan, ungkap PBB.

Kekurangan makanan dan obat-obatan di kamp tersebut mengakibatkan sedikitnya puluhan kematian dalam beberapa pekan terakhir.* (Al Jazeera | Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Indonesia Tetap Indonesia, Tak Jadi Suriah
Serdadu Zionis Tembaki Mereka yang Berunjuk Rasa Damai di Laut Gaza »